Rabu, 28 April 2010

We Are Together More Than We Are Separated

One day has 24 hours. Yet, everyday we spent almost 15 hours of our time together.

What am I gonna do without you?

Minggu, 25 April 2010

Evita!



Time might lead me to nowhere and faith might be break into pieces but I’ll be always thankful that once in my life’s journey we became friends!

Jumat, 23 April 2010

Returnee AFS/YES Angkatan ke-50

Gue adalah salah satu dari 108 returnee AFS/YES angkatan ke-50 yang berkesempatan untuk muncul di postcard 50 tahun AFS Bina Antar Budaya, lembaga yang di Wikipedia didefinisikan sebagai "lembaga nirlaba non-pemerintah pengelola program pertukaran pelajar di Indonesia yang bermitra dengan AFS Intercultural Programs, setiap tahunnya Bina Antarbudaya menerima dan mengirimkan banyak siswa/siswi ke berbagai penjuru dunia dengan misi untuk saling mengenal kebudayaan masing-masing"




That exactly what it is. And luckily I am part of it.

Masih jelas di ingatan masa-masa perjuangan yang gue lewatin untuk mengikuti seleksi pertukaran pelajar pada bulan April 2005. Waktu gue masih duduk di bangku kelas 1 SMA.

Perjuangan yang berawal dari sebuah rasa ingin tahu.

Pada Jumat sore di akhir bulan Maret 2005 gue berpapasan sama salah seorang temen gue, Yogi, yang keluar terburu-buru dari ruang guru sambil menenteng sebuah map. Iseng, gue bertanya "Abis ngapain, Yog?". Dia menjawab setengah terengah "Abis ngurus dokumen buat seleksi pertukaran pelajar" sambil terus berlalu dan melambaikan tangan.

Mendengar kata 'seleksi', gue yang emang dari dulu udah kegila-gila banget sama yang namanya kompetisi spontan langsung ngejar Yogi si narasumber. Dengan niat mulia untuk mencari tau lebih jauh.

Setelah sebuah percakapan singkat yang dilakukan sambil setengah berlari itu gue dapet serpihan-serpihan informasi penting. Frase kuncinya adalah pertukaran pelajar, seleksi, Bina Antar Budaya, dan formulir terakhir bisa diperoleh 1 hari dari saat itu, yang berarti hari Sabtu.

Sisa jam di hari Jumat itu gue habiskan waktu untuk mencari detail mengenai seleksi pertukaran pelajar yang katanya diinisiasi oleh AFS, lembaga pertukaran pelajar yang udah eksis dari era pasca perang dunia ke II.

Singkat cerita, setelah mendapat semua informasi yang diperlukan dari internet gue kemudian menyusun rencana. Karena formulir pendaftarannya hanya bisa didapat di kantor AFS Chapter Jakarta yang ada di Menteng dan formulir terakhir bisa diperoleh pada hari Sabtu saat weekend itu tanpa pikir panjang gue langsung melesat ke Jakarta Pusat, dari Depok dengan menggunakan KRL.

The truth was, ternyata nyari tempatnya aja udah perjuangan. Menteng saat weekend adalah nightmare. Especially with those one-way streets. Gue yang cuma bermodalkan bajay butut nekat aja menyusuri menteng untuk nyari chapter BAB (singkatannya rada ga asik). And thanks God, I finally found it.

Pendaftaran terakhir untuk term 2005 adalah hari Sabtu itu jam 12 siang. And guess what? Gue landing naik bajay ke kantor AFS jam 11.45 tepat. 15 minutes late and I wouldn't have got a chance to even follow the selection. Whoof. Thanks to you bajay.

Setelah mengikuti 15 bulan, melalui 5 tahap seleksi dari seleksi tertulis, seleksi wawancara, seleksi interaksi kelompok, seleksi program YES dan seleksi 'alam' tingkat international untuk mendapatkan host family, thanks to God Almighty gue lolos bersama 108 pelajar lain yang berhasil mengalahkan 4500 kandidat dari 15 chapter Bina Antar Budaya di seluruh Indonesia.

Wohooo!

Selasa, 20 April 2010

Trip to Thailand: Checklist

This is the list of the things I brought for my Thailand trip January 17-26, 2010:

1. PAKAIAN
- Kemeja
- Baju Formal (jas, dress)
- Kaos
- Swimsuit
- Jeans
- Pakaian Dalam (bra, cds, boxer, camisol)
- Kaos kaki
- Sweatshirt
- Handuk besar dan kecil
- Sapu tangan
- Masker wajah

2. OBAT-OBATAN
- Minyak Kayu Putih
- Bedak Alergi
- Inhaler
- Sunblock
- Obat sakit kepala
- Obat Flu
- Obat tetes mata
- Balsam

3. ALAT KOMUNIKASI
- Blackberry + charger
- Nokia 5800 + charger
- Motorolla

4. ALAT DOKUMENTASI
- Kamera Sony Semi-Pro + Charger

5. Gadgets
- Laptop Vaio + charger
- Ipod Touch + kabel data
- Jam Tangan AC

6. SEPATU
- Sepatu Crocs
- Sepatu sandal Dara
- Sepatu Pantofel
- Sepatu jalan

7. TOILETTRIES
- Sabun Cair
- Deodorant
- Parfume
- Sikat gigi
- Pasta gigi
- Sabun cuci muka Nivea
- Tissue basah
- Shampoo pantene
- vitamin rambut
- Bedak
- Pelembab Nivea
- Lipbalm Nivea
- Foundation
- Sisir
- Kunciran
- Tissue

8. UANG
- Cash Rupiah
- Cash Baht

9. CAPITAL
- Souvenir (gantungan kunci, dompet batik)
- Sweatshirt 4 pcs
- Kaos / Baju Batik

10.DOKUMEN
- Paspor
- KTP
- Tiket Pesawat
- Name Tag

11.SNACKS

I Write When I Feel Like One

Write your story as it needs to be written. Write it honestly, and tell it as best you can. I'm not sure that there are any other rules. Not ones that matter.
Neil Gaiman


It appears that since I was a child, gue udah punya minat yang lebih ke dunia media dan jurnalistik. Pada suatu titik waktu di hidup, gue bahkan pernah bercita-cita jadi jurnalis. Tapi kemudian cita-cita itu padam begitu gue menyadari satu fakta: gue adalah orang yang sangat random dan moody dalam hal menulis.

Bagi gue menulis adalah panggilan hati.

I write if only I feel like writing. Gue bukan tipe orang yang bisa menulis dalam keterpaksaan, kejaran deadline, keterpurukan hidup (apa sih) atau di tengah suasana yang tidak kondusif seperti saat sedang datang bulan dan bokek di akhir bulan. Intinya, gue ga bisa menulis dalam keadaan yang tidak menyenangkan. Melihat kenyataan tersebut, gue jadi tau diri. Pemimpin redaksi macam apa yang mau mempekerjakan orang macam gue.

Gue sempet berharap di luar sana ada perusahaan media cetak yang mau menyediakan 1 kolom khusus buat gue menulis di media cetak yang diproduksinya. Semacam kolom yang judulnya "Jurnal Misteri" or something like that. Dinamain gitu karena kolom itu bisa ada artikelnyanya bisa juga enggak. Tergantung ada enggaknya mood gue untuk menulis. Hehehe. Tapi kayaknya harapan seperti itu lebih mustahil dari harapan Tukul Arwana jadian sama Krisdayanti.

Gue berpikir, kalaupun gue jadi jurnalis, paling sukses gue mungkin cuma bisa jadi freelancer yang hanya menulis pada saat-saat tertentu sebagai penulis lepas.

But anyways.

No matter what, I still love writing.

Gue percaya bakat menulis itu ga cuma bermanfaat untuk orang-orang yang berkecimpung di bidang jurnalistik aja. Apapun karir gue nantinya, gue mau orang mengenal gue sebagai seorang profesional yang pintar menuangkan ide-ide dalam bentuk tulisan. Because I believe, you wouldn't know what you think until you see what you say, that is, in a form of writing.

Yet, these last couple of weeks, gue sedang membiasakan untuk lebih banyak dan teratur dalam menulis. Lebih banyak dalam frekuensi tulisan dan teratur dalam arti menulis dalam periode waktu tertentu secara rutin. Gue ga mau lagi menulis hanya sebagai kewajiban yang membosankan seperti nulis paper, nulis tugas, nulis makalah, nulis cheatsheet buat ujian (untuk mata kuliah tertentu, cheatsheet itu legal) atau nulis agenda harian. Gue mau menghasilkan lebih banyak fun and creative writing untuk hal-hal yang jadi hobi gue seperti nulis blog atau nulis jurnal yang berisi pemikiran-pemikiran gue tentang berbagai hal dari yang sepele seperti 'kenapa sih orang kalau bersin merem' sampai yang thrilling berbau saintifik. Yeah!

So here I am, pledged my self to be a creative writer.

Ganeshaku Tercinta

I don't know how many times I hear my friends say that they miss their 1st year moment that has passed by.

I cannot believe I feel just the same now.

Gue sangat merindukan momen dimana gue masih berada di bawah fakultas. Saat dimana gue dan temen-temen angkatan 2008 ITB belum terkotak-kotak dalam bangunan angkuh bertitel program studi atau jurusan. Saat kita belum terpisahkan oleh kepentingan organisasi bernama himpunan. Saat jas almamater berlambang ganesha adalah satu-satunya atribut civitas yang kita bangga-banggakan.



Kami dan almamater kebanggaan kami



Meskipun berbeda jurusan, himpunan dan kepentingan, semoga masing-masing dari kita mengingat bahwa kita semua adalah satu keluarga di bawah almamater ganesha dan semoga hati kita dengan tulus dapat menyerukan:

"Bakti Kami Untukmu, Tuhan, Bangsa dan Almamater"

Teknik Industri ITB


“Seorang Teknik Industri adalah seorang Productivity Engineer dimanapun dia berada.”
- Prof Dr. Matthias Aroef (Pendiri Teknik Industri ITB)-

Seorang teknik industri adalah seorang yang berhadapan dengan sistem. Mereka mempunyai kemampuan untuk merancang, mengimplementasi, maupun meningkatkan sebuah sistem terintegrasi yang terdiri dari manusia, mesin, material, informasi, atau energi. Seorang teknik industri dapat menemukan cara yang lebih baik dalam hal apapun.

Kata kunci teknik industri adalah produktifitas, efektivitas, dan efisiensi.

Karir yang dapat ditempuh seorang mahasiswa teknik industri setelah lulus adalah production engineers, supply chain managers, operation analysts, quality engineers, and information system analysts. Bidang yang digeluti juga sangat luas, segala macam bisnis, perusahaan, maupun pemerintahan yang menginginkan peningkatan kinerja dan mengurangi biaya membutuhkan seorang teknik industri. Selain itu juga, banyak lulusan teknik industri yang membuat usaha sendiri maupun masuk ke dalam konsultan.

Teknik industri merupakan program studi yang menantang, berkualitas dan penuh peluang. Tidak ada tempat yang tidak akan dapat kamu tuju dengan menjadi sarjana teknik industri.

Berminat? Bergabunglah bersama kami.


Taken from www.itb.ac.id

Good Character

Good character is more to be praised than outstanding talent. Most talents are, to some extent, a gift. Good character, by contrast, is not given to us. We have to build it, piece by piece -- by thought, choice, courage, and determination.



H. Jackson Brown Jr.

Senin, 19 April 2010

SKS Fiktif

So much time and so little to do. Wait a minute. Strike that. Reverse it.


Kuliah di ITB jurusan Teknik Industri berhasil ngebuat gue menjadi yang maha siswa yang maha sibuk.

Bukannya mau melebih-lebihkan, tapi emang udah jadi rahasia publik bahwa jurusan Teknik Industri di ITB itu adalah salah satu jurusan dengan kuliah yang luar biasa intensif, praktikum yang luar biasa padat, kegiatan yang luar biasa hectic, dan tugas yang RUARR BINASA.

Begitu sibuknya sampe2 kadang gue berfikir bahwa Sistem Kredit Semester (SKS) di jurusan gue itu jauh lebih fiktif dari cerita sinetron Indonesia sekalipun. Tersanjung, Tersayang, Tercinta, Terluka, Ternoda, you name it, semuanya kalah fiktif. Kalau penghargaan piala Citra berlaku juga buat sks perguruan tinggi, kayanya jurusan gue bisa dapet nominasi skenario SKS terbaik. Dan kalo beneran ada nominasi skenario SKS terbaik, gue pengen banget muncul di video nominasinya dimana gue bakal muncul dalam gerakan lambat, dengan muka berantakan sambil manggul buku2 setebel kitab, ngeliat ke arah kamera lalu pelan2 mengacungkan jari tengah sambil teriak 'PROTECT ANIMALS, people!'.

Kembali ke realita yang pedih, semester ini contohnya. Gue sebenernya 'cuma' ngambil 22 sks -gue bilang cuma karena gue bisa aja ngambil sks lebih, 24 misalnya, but thanks God I did not. Cuma 22 sks, tapi beban yang gue rasain bikin gue mikir seolah-olah gue ngambil 3 kali lipatnya.

Gimana enggak.

Sepengetahuan gue ya, sebagaimana yang gue baca di buku panduan akademik, 1 sks itu seharusnya dialokasikan sebagai 1 jam tatap muka dan 1 jam tugas dan 1 jam belajar mandiri dalam 1 minggu. Jadi seharusnya, untuk 22 sks, gue idealnya mengalokasikan waktu total 66 jam untuk tatap muka, ngerjain tugas dan belajar mandiri.

Kenyataannya, waktu yang gue alokasikan untuk si 22 sks yang gue ambil itu jauh lebih banyak dari yang seharusnya. Bukan karena gue kerajinan, tapi karena tuntutannya memang seperti itu.

Contoh nyata, semester 4 ini gue ngambil sebuah praktikum dari prodi lain (yang sialnya harus diambil) yang bobotnya sebenernya cuma 1 sks. Tapi, untuk tatap muka dengan sang asisten saat praktikum aja makan 2,5 jam. Belom lagi kalau asistennya ketagihan atau doyan pengen tatap muka lama2. Sebelum praktikum, gue harus bikin tugas pendahuluan, yang kalau pure ngerjain sendiri makan waktu 1,5-2 jam. Setelah praktikum, gue masih juga harus bikin laporan. Berkelompok sih, tapi even dengan pembagian 1 laporan dikerjain sama 5 orang, setiap orang perlu 3 jam untuk ngerjain bagiannya. Terus setelah itu, gue masih harus bikin presentasinya juga dan presentasi di depan asistennya. Itu sendiri makan waktu 1 jam. So, untuk praktikum berbobot 1 sks yang seharusnya maksimal cuma makan waktu 3 jam, gue menghabiskan waktu ga kurang dari 8-8,5 jam.

Itu baru 1 contoh. Masih banyak lagi contoh lain yang bikin gue terharu kalau udah main itung-itungan bobos sks versus bobot realita. Sebagian diantaranya sangat memukau nalar dan mengguncang iman. Untung gue masih percaya Tuhan. Kalo enggak mungkin gue udah bikin boneka vodoo dari semenjak kuliah hari pertama di semester 4 dimulai. Kan lumayan buat melampiaskan amarah.

All in all, orang bijak bilang bahwa selalu ada hikmah dari setiap kejadian. That things happen for reason. I personally believe that.

Jadi apa hikmah yang bisa diambil dari bobot sks yang kalau dalam istilah tinju mungkin bisa disebut kelas super terbang (beneran ada loh) ini?

Mungkin ya, dengan sistem kredit yang melebihi bobotnya ini gue bisa belajar untuk lebih baik dalam time management. Semua orang kan punya time frame yang sama, sehari cuma 24 jam. Kesibukan yang menyinting ini sedikit banyak ngajarin gue untuk bisa lebih menghargai waktu dan mengaturnya agar semua kegilaan kuliah dan keabnormalan hidup bisa gue alokasikan dalam waktu 24 jam yang gue punya.

Kesibukan juga mengajarkan gue produktif dan efektif dalam ngerjain sesuatu. Apalagi gue kuliah di jurusan TI yang 4 taun kuliah fokusnya tentang efisiensi, efektifitas dan produktivitas. Kalau dulu, sebelum kuliah di itb gue ngupil aja bisa makan waktu sejam sendiri, sekarang gue udah terbiasa ngelakuin segala sesuatunya dengan multitasking dalam waktu yang lebih singkat. Misal, gue bisa ngupil pake tangan kiri dengan tangan kanan ngerjain soal kalkulus dan mulut ngunyah. Things like that.

Yet, I feel like I couldn't appreaciate the value of time more than I do now :)

Minggu, 18 April 2010

Desain Sweatshirt AIESEC

November 2009 lalu, gue bergabung dalam kepanitiaan Info Session ITB AIESEC Local Committee Bandung. Dalam kepanitiaan ini, gue dipercaya untuk menjabat sebagai Organizing Committee of Finance and Administration (OC F& A) berdua sama cowo gue.

Sebagai seorang OC F & A, salah satu tugas utama gue adalah untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk mendanai kepanitiaan acara.

That time, I came up with idea of selling AIESEC stuffs like shirts, sweatshirts etc to raise money.

For the sweatshirts, I made 2 designs to be chosen.

The first one was this blue sweatshirt down here.





The front side with "I'm an AIESECER"




The back side with "Indonesia" printed on the below



And this was my 2nd design.


Grey sweatshirt with hoodie



Due one thing and another, I finally decided to make the 2nd design rather than the 1st one. Firstly, karena desain sweatshirt yang warna biru udah pernah diproduksi sama AIESEC Local Committee Universitas Indonesia and I simply don't want them to think I do some sort of copycat fundraising. Secondly, karena kebetulan ketersediaan bahan di konveksi ada untuk yang sweatshirt warna abu-abu aja.

Singkat cerita, akhirnya gue memproduksi 50 items sweatshirt AIESEC warna abu-abu.

Awalnya, gue cuma berencana untuk memasarkan sweatshirt itu hanya di kalangan AIESEC bandung aja karena gue ga mau repot dan gue juga saat itu ga melihat kesempatan untuk memasarkan ke market yang lebih besar. But as time went by, ternyata ada beberapa anak AIESEC dari luar bandung, seperti dari LC UI dan LC Brawijaya yang juga tertarik sama sweatshirt gue. I was like, okay, this is good.

Gue udah cukup puas dengan penjualan sweatshirt fundraising ini. Sampai akhirnya awal desember, temen gue, widya, yang juga satu kepanitiaan sama gue di Info Session ITB memutuskan untuk ikut International Conference AIESEC di Singapore dan menawarkan untuk ngebawa beberapa sweathirt untuk dijual disana. I didn't expect it, but the truth was it was all sold out :)

Dan terakhir, pas gue International Conference ke Thailand, gue bawa 5 items sweatshirt yang masih tersisa. Masih ga banyak berharap, tapi ternyata sweatshirt gue tetep laris banget kayak kacang goreng. AIESECers from Thailand, Taiwan, Australian and India bought my sweatshirts. And some other AIESECers regretted I brought just a few of it with me. They said I should have brought more. Woww.

Even now I still feel thrilled over the fact that my sweatshirts are being used by friends from all over the world:)

INDONESIA MASA DEPAN

Ini adalah puisi buatan gue dalam rangka memenuhi tugas ospek masuk fakultas teknik di Universitas Indonesia, OKKUI 2008.

Tema : “Indonesia di Masa Depan dan Kontribusi yang Akan Kami Berikan”

INDONESIA MASA DEPAN
Oleh: Dayu Dara Permata

Kaki ini masih tertatih
Tentukan arah
Hati, asa, indera dan nurani
Mereka masih dengan jalan mereka sendiri
Belum ada kata sepakat
Atau sekadar keinginan untuk merapat
Satu-satunya benang merah yang menautkan
Adalah sebuah harapan
Akan Indonesia masa depan
Dimana hutan hijau menyeringai setia mendampingi katulistiwa
Sedang riak jernih sungai dengan gembiranya hampiri samudera
Disaksikan melata yang hidup dengan penuh sukacita
Diamini isi bumi yang tak tersia atau ternista
Sementara peradaban bangsa telah berlari dari peraduan
Mengejar insan madani yang telah lebih dulu menapaki tangga-tangga perubahan
Dengan buah karya pemikiran yang tak henti berguliran
Karena mereka tak lagi turun ke jalan
Penuh peluh bentangkan harapan-harapan yang tak kunjung terpuaskan
Atau terengah dikejar himpitan kertas-kertas nota administrasi
Bestempel resmi meminta materi
Mereka mungkin pion tapi kebijaksanaan menjadikan mereka raja
Mereka sadar negeri ini belum segagah paman Sam
Tak pula seindah bunga-bunga sakura yang bermekaran di pergantian musim
Atau secermat detakan Big Ben di utara benua
Namun bidak-bidak kesenjangan yang ada
Sulut api menggelora di dada
Yang bergejolak meneriakkan “Bangkit Indonesia!”

Juara 1 Toyota Ecoyouth Program


Jakarta, Juli 2006

Toyota hari ini secara resmi mengumumkan SMAN 1 Depok sebagai pemenang program Toyota Eco Youth dalam sebuah acara yang dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup, Bapak Rahmat Witoelar; Presiden Direktur PT. Toyota Astra Motor, Bapak Johnny Darmawan; dan Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Mr. Hidematsu Ibaragi. SMAN 1 Depok akan melihat proyek lingkungan hidup dari rekan-rekannya di Malaysia sebagai hadiah kemenangannya tersebut.

Program Toyota Eco Youth merupakan upaya terkini Toyota Indonesia untuk menanamkan dan menumbuhkan kesadaan akan lingkungan hidup. Toyota Eco Youth? mengambil bentuk kontes peningkatan kondisi lingkungan hidup di sekolah, dan untuk kali pertama penyeleggaraannya ini berfokus pada upaya pengolahan limbah di 10 Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di kawasan Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi sebagai peserta. Proyek serupa juga telah dilaksanakan oleh Toyota Malaysia sejak tahun 2001.

Ke-sepuluh peserta Toyota Eco Youth masing-masing diwakili oleh tim inti yang terdiri dari 6 orang siswa/i dan seorang guru pembimbing. Mereka telah berkompetisi selama kurang lebih 6 bulan (November 2005 hingga Mei 2006) untuk memadukan pengetahuan akan metode penyelesaian masalah dengan pengetahuan penangggulangan limbah. Peserta Toyota Eco Youth adalah:
1. SMAN 34 Jakarta
2. SMAN 13 Jakarta
3. SMAN 69 Kepulauan Seribu
4. SMKN 26 Jakarta
5. SMKN 32 Jakarta
6. SMKN 58 Jakarta
7. SMAN 1 Depok
8. SMK Analis Kimia YKPI Bogor
9. SMAN 1 Tangerang
10. SMAN 5 Bekasi

Nilai tertinggi dalam Toyota Eco Youth berasal dari seberapa jauh tiap-tiap sekolah mampu melibatkan seluruh komponen sekolah dalam proyek lingkungan hidup yang dilaksanakan oleh mereka. Selain itu, tiap-tiap proyek juga diharapkan memiliki tingkat keberlanjutan yang tinggi sehingga dengan mudah dapat diteruskan oleh generasi siswa selanjutnya. Secara keseluruhan, pemenang Toyota Eco Youth didapat dari kombinasi 3 penjurian, yaitu:

1. Penjurian lapangan dimana tim juri menilai proyek perbaikan lingkungan hidup langsung di lokasi masing-masing peserta
2. Penjurian presentasi dimana tim inti mempresentasikan proyek mereka secara lisan dihadapan para juri
3. Penjurian ruang pamer.

Secara lengkap, pemenang Toyota Eco Youth adalah sebagai berikut:

Pemenang Pertama SMAN 1 - Depok
Pemenang Kedua SMAN 34 - Jakarta
Pemenang Ketiga SMAN 5 - Bekasi
Presentasi Terbaik SMAN 34 - Jakarta
Media Pamer Terbaik SMKN 32 - Jakarta


Tim SMAN 1 Depok yang diketuai oleh Dayu Dara Permata berhasil memperoleh juara pertama.

Melalui Toyota Eco Youth diharapkan para peserta dapat memperoleh pengetahuan mengenai manajemen lingkungan hidup dan disaat yang sama dapat meningkatkan kondisi lingkungan di sekolah mereka sendiri. Para peserta juga diharapkan dapat menyebar-luaskan pengalaman dan pengetahuan yang mereka dapat selama program kepada teman-teman, orang-tua, dan orang-orang di sekitar mereka.

PT TAM dan PT TMMIN berharap agar kesadaran akan pentingnya pendidikan dan lingkungan hidup dapat meresap di masyarakat. Pabrik ? pabrik Toyota Indonesia telah mendapat sertifikat manajemen lingkungan ISO 14001 dan dilengkapi dengan fasilitas Waste Water Treatment sebagai salah satu bentuk kepedulian Toyota Indonesia atas isu lingkungan hidup.

Di tingkat global, kepedulian Toyota akan lingkungan hidup dikejawantahkan dalam pengembangan teknologi kendaraan bermotor yang ramah lingkungan seperti hybrid dan fuell cell hybrid system.

Toyota merupakan pemimpin dalam pengembangan mobil hybrid, dimana Toyota Prius merupakan mobil hibrid pertama di dunia yang dipasarkan secara komersil. Sistem hibrid Toyota menghemat konsumsi penggunaan bahan bakar dengan cara pembagian kerja dan kombinasi antara motor listrik dan mesin bensin konvensional. Prius adalah kendaraan hibrida yang digerakkan oleh motor listrik dengan bantuan mesin bensin, tenaga yang dihasilkan sama besar dengan mesin bensin konvensional 2,0 lt. Konsumsi bahan bakar Prius adalah 1 liter bensin untuk perjalanan sejauh 25 km. Selain Prius, kendaraan Toyota lain yang telah menggunakan teknologi hibrid adalah Toyota Estima, Toyota Crown, Toyota Alphard, Toyota Highlander, dan Lexus RX400h.

Sejak pertama kali dipasarkan tahun 1997, Toyota Prius telah terjual sebanyak 504.000unit di seluruh dunia dan memperoleh beragam penghargaan seperti ?North America Car of The Year 2004 dan 2005 European Car of The Year. Pemilik Toyota Prius termasuk selebriti terkenal Holywood.

Toyota juga tengah mengembangkan level tertinggi dari teknologi kendaraan bermotor yang ramah lingkungan, yaitu mesin penggerak mobil yang tidak membutuhkan konsumsi bahan-bakar fosil dan sama sekali tidak mengeluarkan emisi berbahaya bernama Fuel Cell Hybrid Vehicle (FCHV). Bila teknologi hibrid menggunakan kombinasi motor listrik dengan mesin bensin konvensional, maka teknologi FCHV mengganti mesin bensin dengan sel bahan bakar bertenaga hidrogen. Emisi yang dihasilkan dari teknologi ini berupa H2O atau air. Mobil FCH Toyota telah dipasarkan secara terbatas di Jepang dan Amerika Serikat sejak tahun 2002, sementara itu Bus FCHV milik Toyota merupakan bus resmi dalam perhelatan Aichi Expo 2005 di Jepang kemarin.

My Real Room vs My Boarding House Room

This one down here used to be my room. So neat and warm and I just love everything in it.




Now, I live 3 hours from home and get to live in this lonely space called room ;(

Bingkisan Dari Wisudawati

Hari Selasa lalu pas gue mau berangkat kuliah, secara tiba-tiba Mbak Disha Calista, wisudawati Teknik Industri ITB 2010 yang gue LO-in dalam rangkaian acara wisuda April beberapa hari yang lalu sms minta ketemu.

Hari tepat pukul 1 dan gue udah di kelas Kalkulus III bersama seorang dosen legenda dari Fakultas FMIPA ITB, Drs. Koko Martono.

Tiba-tiba hp gue berdering dan di ujung sana Mbak Disha berbicara. Katanya dia sudah di ada di gedung yang sama dan mau memberikan sesuatu.

Akhirnya gue memberanikan diri keluar kelas sang dosen legenda dan menghampiri Mbak Disha di lantai 1.

Di bawah, ternyata Mbak Disha sudah menyiapkan sebuah bingkisan yang manis buat gue :)

Trims to Mbak Disha, ternyata dalam suasana gegap gempita wisuda, dia masih sempat mikirin gue, LO-nya yang dari seminggu sebelum wisuda udah ngerebekin dia terus perihal rangkaian acara wisuda hehehe.

With love, I wish you all the best in life Disha Calista:)

Foto Pertama Dengan Pacar

This was my very first picture together with my present boyfriend and future husband.



From left to right:
Me, Erido, Evita, Gino (my boyfriend), Salman

My New Year Quote


“We will open the book. Its pages are blank. We are going to put words on them ourselves. The book is called Opportunity and its first chapter is New Year's Day.”

This Is Freaking Hillarious!

Jadi ceritanya gue dapet seonggok message dari temen gue, Novita Marini Lestari
And I just think, you guys should know about these stuffs...God it got me laughing my ass off ^0^
So, here we go..

INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh

INDONESIA : Kementerian Agama
MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa ... (oh please...)
[sok innocent banget deh]

INDONESIA : Angkatan Darat
MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi (Kalo Laut hentak2 aer kali ya?)

INDONESIA : Angkatan Udara
MALAYSIA : Laskar Angin-Angin [kayak judul pelem yang gue kenal]

INDONESIA : 'Pasukaaan bubar jalan !!!'
MALAYSIA : 'Pasukaaan cerai berai !!!'
[hiyaaaa,,,cerai satu tumbuh serebuuu]

INDONESIA : Merayap
MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi (-__-)
[najis, apa gak ada yang lebih vulgar??]

INDONESIA : rumah sakit bersalin
MALAYSIA : hospital korban lelaki (bener juga sih...)
[soal yang ini, gue juga agak setuju...and for you boys, get over it, lol]

INDONESIA : telepon selular
MALAYSIA : talipon bimbit ( mwahahahahha )
[can somebody tell me, what does bimbit mean? Itu bukannya personil-nya Slank ya?]

INDONESIA : Pasukan terjung payung
MALAYSIA : Aska begayut ( YOI! )
[begelayut, maksudnya?]

INDONESIA : belok kiri, belok kanan
MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan ( kalo breakdance apaan? )
[kalo belokan berarti 'pusingan' dong?]

INDONESIA : Departemen Pertanian
MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam ( cucoook lo boook! )
[mantep lahhhh...cucok...kaya bahasa banci salon]

INDONESIA : 6.30 = jam setengah tujuh
MALAYSIA : 6.30 = jam enam setengah
[ini sebenernya siapa yang bego sih?]

INDONESIA : gratis bicara 30menit
MALAYSIA : percuma berbual 30minit

INDONESIA : tidak bisa
MALAYSIA : tak boleh (bener2 gaul)
[kacrut]

INDONESIA : Satpam/sekuriti
MALAYSIA : Penunggu Maling ( gaul abis kan..?! )
[jahh...emang kerjaan satpam nungguin maling doang?]

INDONESIA : Aduk
MALAYSIA : Kacau (kacau emang dah)
[kebayang kalo ada acara demo masak di malaysia, ntar presenternya ngomong: yak, sekarang mari kita kacaukan adonan kue-nya hingga asyik tuk datar, *apah si*]

INDONESIA : Di aduk hingga merata
MALAYSIA : kacaukan tuk datar (hahahahaha ngakak gua)

INDONESIA : putar-putar
MALAYSIA : pusing-pusing (lagian jgn muter2, pusing kan lo)

INDONESIA : Imut-imut
MALAYSIA : Comel benar (INI APAAN BANGET!!!)
[itu maksudnya muji?]

INDONESIA :bertengkar
MALAYSIA : bertumbuk (emang sih kalo ribut numbuk2 muka lawan make bogem)

INDONESIA : pemerkosaan
MALAYSIA : perogolan (uwow)

INDONESIA : Pencopet
MALAYSIA : Penyeluk Saku (yihaaaaaaaa...!)

INDONESIA : joystick
MALAYSIA : batang senang (yang bener..??)
[harfiah bener, bego deh]

INDONESIA : Tidur siang
MALAYSIA : Petang telentang ( kalo tidur malem "gelap tengkurep" dong)

INDONESIA : remote
MALAYSIA : kawalan jauh (tv nya dikawal dari jauh -__-)

INDONESIA : kulkas
MALAYSIA : peti sejuk (JACKPOT!)

INDONESIA : rusak
MALAYSIA : tak sihat ("iya emang rusak tuh org!" = baca: sakit!)

INDONESIA : keliling kota
MALAYSIA : pusing pusing ke bandar (DUARRRRRRR!)

INDONESIA : Tank
MALAYSIA : Kereta kebal (Contoh dialog :"Wah, di Gaza lagi banyak kereta kebal nih!")

INDONESIA : Kedatangan
MALAYSIA : ketibaan (untung bukan ketibanan)

INDONESIA : bersenang-senang
MALAYSIA : berseronok (HIAHAHAHAHAHAHAH!)

INDONESIA : bioskop
MALAYSIA : panggung wayang (WOY WAYANG DI KLAIM JUGA NIH?! hahaha)

INDONESIA : rumah sakit jiwa
MALAYSIA : gubuk gila (ehm ehm)

INDONESIA : dokter ahli jiwa
MALAYSIA : Dokter gila ( EHM EHM *lebih keras*)

INDONESIA : narkoba
MALAYSIA : dadah (lah, apasih)

INDONESIA : pintu darurat
MALAYSIA : Pintu kecemasan (AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAhahahahahha)

INDONESIA : bola voli
MALAYSIA : bola tampar (bener jg sih..)

INDONESIA : pegawai sensus
MALAYSIA : pejabat banci (siaaaan bgt nih anak2nya kalo ditanya "Eh2 jono, bapa kamu kerja jd apa?")

PEMENANG HARI INI!
INDONESIA : hantu Pocong
MALAYSIA : hantu Bungkus (pesen atu donk bang, cabe nya dikit aje!!!)

100 Facts About Me - as in April 2010

BASICS:
001. Real name → Dayu Dara Permata
002. Nickname(s)→ Dara, Ata, Dayu, Ayu
003. Zodiac sign → Virgo
004. Male or female → Female
005. Elementary → SDN Cinere 1
006. Middle School- SMPN 10 Depok
007. High School → River Ridge High School, SMAN 1 Depok
008. Hair color → Black
009. Long or short → Mid-long
010. Loud or Quiet → Super Loud
011. Sweats or Jeans → Jeans
012. Phone or Camera → Phone
013. Health freak → Trying to be, not quite succesfull, tho
014. Drink or Smoke? → Nope
015. Do you have a crush on someone? → In forever love
016. Eat or Drink → Both!
017. Piercings → On ears
018. Tattoos → Temporary for fun during period time

HAVE YOU EVER?
019. Been in an airplane→ Yes
020. Been in a relationship →Yes
021. Been in a car accident → No
022. Been in a fist fight → I hate violence!

FIRSTS:
023. First piercing → Ear
024. First best friend → Untari Fajri
025. First award → Won Drawing Contest in an elementary school
026. First crush → Boy named Panji (masih idup gak ya orangnya?)
028. First big vacation → Pantai Pasir Putih

LASTS:
029. Last person you talked to → Gino Natanael
030. Last person you texted → Jamal Syakir
031. Last person you watched a movie with → Gino Natanael
032. Last food you ate → Snacks and milk
033. Last movie you watched → 3 Idiots
034. Last song you listened to → Party in the USA
035. Last thing you bought → Foods for lunch
036. Last person you hugged → my boyfriend
FAVES:
037. Food → Chicken (i'm a chickentarian)
038. Drinks → Orange Juice
039. Clothing→ Long jeans, shirt, sneakers
040. Books → Buku Sakti (Kumpulan Soal UTS dan UAS) lol
041. Music → RnB and Pop
042. Flower → Tulip
043. Colors → Grey, Black, Brown, White
044. Movies→ Action,Thriller, Drama, Comedy
045. Positions → Laying on bed while munching and watching movie
046. Subjects → Calc

IN 2010..... I _______
x = yes
047. [] Kissed in the snow (where the hell I could find snow, anyway?)
048. [] Celebrated Halloween
049. [] Had your heart broken
050. [] Went over the minutes on your cell phone
051. [] Someone questioned your sexual orientation
052. [] Came out of the closet
053. [] Gotten pregnant (hell, no)
054. [] Had an abortion
055. [X] Done something you've regretted
056. [X] Broke a promise
057. [X] Hid a secret
058. [X] Pretended to be happy
059. [X] Met someone who changed your life
060. [X] Pretended to be sick
061. [X] Left the country
062. [X] Tried something you normally wouldn't try and liked it
063. [X] Cried over the silliest thing
064. [X] Ran a mile
065. [X] Went to the beach with your best friend(s)
066. [] Stayed single the whole year >>> never gonna happen anymore :)

CURRENTLY:
067. Eating → Snack
068. Drinking → Milk
069. I'm about to → Go find some foods for dinner
070. Listening to → I Gotta Feeling
071. Plans for today → Study for exams
072. Waiting for → the holiday (hell yeah!)

YOUR FUTURE:
073. Want kids? - Yes I do want little minions w/ my DNA
074. Want to get married? → One day..of course
075. Careers in mind? → HELL YES.

WHICH IS BETTER WITH GIRL/BOY?
076. Lips or eyes → Lips
077. Shorter or taller?→ Prefer taller, but it's not a must
078. Romantic or spontaneous → In between, well, both
079. Nice stomach or nice arms → it doesn't matter
080. Sensitive or loud → Sensitive
081. Hook-up or relationship → Relationship
082. Trouble-maker or hesitant → Hesitant

HAVE YOU EVER:
083. Lost glasses/contacts → No
084. Ran away from home → No
085. Held a gun/knife for self defense → No
086. Killed somebody → No
087. Broken someone's heart → Im a heartbreaker :P
088. Been arrested → No
089. Cried when someone died →Yes

DO YOU BELIEVE IN:
090. Yourself → Yes
091. Miracles → Somewhat
092. Love at first sight → Sometimes.
093. Heaven → Yes.
094. Santa Claus → No, it's so silly
095. Sex on the first date → No
096. Kiss on the first date → No comment

ANSWER TRUTHFULLY:
097. Is there one person you want to be with right now? → Yes
098. Are you seriously happy with where you are in life? → I'm alive and and life can't get any better
099. Do you believe in God → Yes.

Article About Me Written By Galena Gazette's Reporter


11/14/2006 6:17:00 PM Email this article • Print this article



'We are brotherhood'

by Amy Alderman

Whether you are sitting next to Dayu Dara Permata at a cafeteria, or watching her recite a Muslim prayer, you know you are sitting next to someone special.

"We are brotherhood," said the Indonesian exchange student while talking about how mankind is a brotherhood under three religions.

Dara came to the U.S. from Indonesia as part of the Youth Exchange and Study (YES) program, which was set up after 9-11 to try to educate and reintroduce people to Muslims. YES joins together three foreign exchange programs, including the American Field Service (AFS) program, in which Jo Daviess County schools partner. Dara won a highly sought after full ride scholarship. Usually the cost for AFS exchange students is $7,600. The local Jo Daviess County AFS chapter provides funds and social activities for her to meet other exchange students.

Dara is an 18 year old teenager from Depok, a suburb of South Jakarta. Her hometown is a city of 1.3 million people. She is living with Frank and Norma Schwirtz in Elizabeth, a town of roughly 700 people. She's called them dad and mom since the first ten minutes when they met.

Her bright personality lights up a room with insight, acceptance and determination. She is educating herself and others with her time here.

By integrating herself into American culture, she is a walking example of the Muslims of Indonesia, which has 250 million people, 88 percent of whom are Muslim.

She attends River Ridge high school where instead of wearing a uniform, staying in one classroom year round and kissing the hands of her teachers, she wears American clothes and listens to her fellow students have friendly discussions with their teachers.

She prays four times a day-at 3:30 a.m., before school, after school and before she goes to sleep.

She talks openly about her beliefs. She explains the Muslim religion includes 25 prophets, one of whom is Jesus Christ. Mohammad, the last prophet, gave Muslims the Qur'an, their holy book. The three largely followed religions-Christianity, Muslim and Judaism were each fathered by the same man-Abraham, making all followers of these religions brothers, said Dara.

She says her prayers remind her of God and keeps her disciplined.

"I believe there is a power outside of human beings that created the universe and takes care of all living things inside it. I am grateful for everything we have inside it (the universe). We can breathe, we can speak. There are some things humans can't explain and the answer is only in God."

"For me we have our own power to choose (how conservative or liberal) we are. . . I have Muslim inside myself. I respect all religions because there's nothing right or wrong about religion. I'm very sad because people argue or get mad about religion."

She talks about the radical Muslims in Iraq, Iran and Palestine. "We are just ordinary Muslims," she said about the mainstream people of Indonesia.

And she is not here to preach. She endured a nine month application process to be part of showing the U.S. that most Muslims are not terrorists of the radical jihad terrorist group.

"People say jihad is a holy war. Jihad is not a holy war. Jihad is a struggle within ourselves. They are people who cannot control their emotions," she explained.

While she came to the U.S. prepared for discrimination, she has not encountered any such thing from the people of Jo Daviess County. "I'm very surprised and grateful. People here are very welcoming and open minded."

Dara seems more like the most popular girl in school as she sits at a cafeteria table, where teachers and students wave and say hi with bright smiles, which seem to be contagious stemming from the foreign exchange student.

At the time of the interview, she was fasting during Ramadan, the ninth month of the Muslim calendar, which is considered the most holy time of the year for Muslims. It is a time for spiritual reflection and prayer, and celebrates the time when the Qur'an was written. Dara could not eat between sunrise and sunset. At the end of the day, a prayer is said, followed by a meal called the iftar. At home, the end of Ramadan "Id-al-Fitr" is celebrated with gifts and friends and families share large meals. Some cities have fairs celebrating the last days of Ramadan.

In Elizabeth, Dara shared a meal with her host parents who said "Happy Ramadan!" Dara ate a casserole and bread, which she dressed with hot sauce, which she puts on just about everything.

Before and after Ramadan, friends, teachers and high school principal Tom Akers warned her of cafeteria food with pork, which is against her religion to eat. "I am very glad because my friends respect me."

Differences

Everything is different from her life in Depok, said Dara. The way people talk, act and treat each other contrast from the life she's always known. "There is a different concept of respect. Here it is more liberal. In my country, it is quite conservative."

"We never say hi. We kiss our teachers hand and (bow)." Indonesians raise their hands to their foreheads and bow to their family members.

Students are taught to not speak against their teachers. Here, she listens to her peers discuss and argue issues with her government/history teacher Mike Dittmar.

"My friends might argue with the teacher or complain about homework. At home, we're never allowed to argue with the teacher."

She studies five to six subjects a day in the same classroom in Depok. Here, she runs through a schedule of nine classes a day.

There are positives and negatives in both schools of thought, said Dara. She also believes students are lucky to go to school near where they live.

Education at home for Dara is competitive. There are six public high schools and over 100 private schools in Depok. There are six levels of high school, the first level being the highest accredited. She succeeded in national tests during middle school to gain acceptance into the first level school.

Friendship is an intimate word for Indonesians. "In Indonesia, when you say this is my friend, you know everything about them." Dara noticed friendship is more casual in the U.S., where people call each other friends easily. She feels Americans respect privacy when others have problems, where at home, Dara's friends flock to each other when there is a problem.

Keeping active

One of the main reasons AFS students are chosen is for their community involvement. At home, Dara was a part of community service and youth groups. She helped organize social events and charities to help people pay their bills. Here she is in the movie club and worked on a fundraiser for the Make a Wish foundation. She reads, studies and attends AFS functions. Her host parents have taken her out for dinner and plan trips to Chicago to see the Christmas decorations and to Woodfield Mall for a shopping excursion.

Frank, a recovering alcoholic, took Dara to an alcoholics anonymous meeting to help her better understand his addiction. Just as Dara opens her beliefs and trials to the world, her host parents wanted to be open with her about their trials. "I like to hear about people who want to improve themselves," said Dara. "They're (group attendees) very open, honest and shared their feelings."

Dara also attended Frank's daughter and son-in-law's church in Sparta, where Dara spoke about her religious beliefs to their congregation.

Frank was surprised to learn that Dara didn't know about the Holocaust of World War II. They watched "Schindler's List" together, when Dara wondered how the dictator Adolf Hitler came to believe in ethnic cleansing. She asked if it stemmed from Darwinism, and wept for all of the 8 million people who were killed under his rule.

On the lighter side, Frank is also educating Dara on his love for music, playing Charlie "the Bird" Parker and Miles Davis.

Selecting each other

A spiritual director for Christ in the Woods retreat center, Frank believes Dara's presence at their home, the school and the community is meant to be.

The couple have hosted students from around the world, and were particularly interested in Dara's religion.

"We want to learn as much from them as they wants to learn from us," said Norma about their AFS experiences.

The Schwirtz family sifted through nearly a dozen AFS applicants last year. The students were from Africa, Turkey, Italy, and then there was Dara. "One morning I was reading Dara's application. I said Dara's it."

"We went through several applications. A quote really grabbed me," said Norma.

"Life is a choice. Succeed or fail. Win or lose. Each has its own risk. If we want to be a winner we must prepare ourselves on probably being a loser. That is my method, which I attempted to overcome failure. It has been prevailing as my attitude, at all. Yet, be certain that I never ever give up to any challenge."

Her parents said she is studious, persevered and is family orientated. The Schwirtzes, parents of three grown children, feel she fits in well at their home. "You go by faith and you are given so much, " said Frank. "We are blessed."

He further explained they are blessed "by Dara's honesty, her sincerity, her love for us as a family, her insatiable desire to learn about our culture and anything that has effected our history in our last century."

"She is a joy to have. We've learned a lot about the Qur'an and the Islamic faith. It is amazing how similar they are," said Norma. Dara hopes to one day be an ecologist, biologist or a diplomat. "We heard a lot of issues after 9-11. I heard about the negative image people have of Muslims. I want to be a diplomat. I want to know how people are thinking."

Today, she already is a diplomat among all who meet her.

Dara will be here until late June 2007. She will return to Depok to finish her last year of high school, and is considering college in the U.S.

Related Links:
• Check out the Galena Gazette Photo Gallery

Exchangers' Opinios About Leader

Guys, these great thoughts are some of ours. I think it would be great to be seen around :D

There are many outstanding examples of strong leaders across the world: Presidents, Prime Ministers, community activists, teachers, engaged citizens, etc. Rather than simply giving you examples of such leaders, we prefered to solicit your opinions concerning the specific characteristics that you think constitute a good leader, as well as who in your home countries and host communities exemplify these characteristics. Here is what you had to say!


1. What qualities does a good leader possess?

Aida Zhurgenbayeva, FLEX Kazakhstan to Batavia, IL (Northern Illinois Area Team)
I think that effective leader has to have these abilities: getting along with people (effective listening, follow up with others, giving encouragement and praise for work well done, etc), participating (organizing meetings, group discussions, debating, etc) and respect for others. Also people who are stubborn, nice, cheerful, always active, social are good to be leaders.

Ayun Erwina Arifianti, YES Indonesia to Cave Creek, AZ (Grand Canyon Area Team)
For me, a good leader is a good follower. He/she doesn’t only give order to his member but also understand what their want. He can unite different interests and skills of his members into reaching one goal together. He helps others to become stronger and more independent. He is empathy, compassionate, persuasive, active listener and has a vision. He is professional who can divide personal and group issues in his mind.

Dayu Dara Permata, YES Indonesia to Elizabeth, IL (Northern Illinois Area Team)
In my opinion, a good leader is someone who his or her followers count on and give their admiration to. He or she must have a charismatic personality, compelling character, and influential quality. A person not only has to have an ability to inform and guide his or her followers, but also gives them motivation and moral support against the opposition they encounter.

Ferry Samadhi, YES Indonesia to Abbotsford, WI (North Central Wisconsin Area Team)
The good leader always has a spirit to do a salvation to everybody even to his enemy. If he can do salvation to his enemy I’m sure he could make his followers happy and no one will be his enemy anymore. Just salvation isn’t enough yet, he should know what his follower’s needs, the good leader doesn’t has to follow what his followers want, but what they need, also fulfill what they need. Those things should be done on the right track too, because the leader has to be wise enough to lead them not into the chaos but into glory.

Muhammad Fadhun, YES Indonesia to Brawley, CA (Desert Valleys Area Team)
A good leader has an exemplary character. A good leader is enthusiastic about their work or cause and also about their role as a leader. A good leader is confident. A good leader as well as keeping the main goal in focus is able to think analytically. Also a good leader is committed to excellence and should have an idea than they would to make change in their community.

Patrick Sephira Taum, YES Indonesia to Watertown, WI (Waukesha and West Area Team)
In my opinion, a good leader is a person who can make people unified and lead them toward a better condition or whatever their goal is.




2. Describe someone from your home country who is a great leader. They can be a family member, community member, or even at the national level etc. In your own words, could you share with us why you feel that person is a leader?


Aida Zhurgenbayeva, FLEX Kazakhstan to Batavia, IL (Northern Illinois Area Team)
I had a friend in my speech class, her name is Rashawn, and she is a great leader. She has most of leader characteristics and she inspired me a lot all the time we’ve been together in the same class. Sometimes I admired her and her actions, her potential, her leadership character made me feel better at my speech class. She became my good friend and she helped me a lot with my first speeches. She is really nice and easy going, I think that’s one of the main characteristics of leaders.


Ayun Erwina Arifianti, YES Indonesia to Cave Creek, AZ (Grand Canyon Area Team)
My great leader in Indonesia is my mother. She is caring to me. She understands what I want without spoiling me. She teaches me to be independent and responsible. She wants me to be a good person. She supports me to join many activities that will be good for me in the future like joining AFS. Being an exchange student, it has broadened my horizon and perspective about the world.

Dayu Dara Permata, YES Indonesia to Elizabeth, IL (Northern Illinois Area Team)
As I try to think about a person who is qualified to be a great leader from my country, Indonesia, the first figure that comes to my mind is the former president of my country, Ir. Soekarno. For me he was not only the first President of the Indonesian Republic but also the greatest one. He was an intelligent, courteous, and charismatic leader for his nation. He was the person that gave an initiative and courage to proclaim independence to our nation. He had what it took to be a great leader; the audacity, the charisma, and the personality.

Ferry Samadhi, YES Indonesia to Abbotsford, WI (North Central Wisconsin Area Team)
A great leader from my country is Gajah Mada, he was a great war chief of the Majapahit emperor. He is a great guy. He united many island in Indonesia, Malaysia, Philippines, Brunei, and Singapore. He took an oath to unite Nusantara (Indonesian archipelago) called “Sumpah Palapa” or Palapa oath, he said he won’t eat a spiced food until he unite the nusantara, can you imagine this is like you eat Hotdogs without ketchup or mustard or chili. That was a hard oath, but finally he made it, that’s awesome. He made it even more than he expected. He made his dream, a huge dream, unite the big nation which divided by many seas. I imagine he must be doing a lot of strategy, leadership and campaign to achieve that. His leadership must be his major factor.

Muhammad Fadhun, YES Indonesia to Brawley, CA (Desert Valleys Area Team)
My friend Julia Novrita. She is a founder of Aceh Youth Council (AYC) Initiative, because of it she get scholarship of Ford Foundation. With AYC she tries to help Aceh and to build Aceh in the future. And AYC also Focus for youth and education in Aceh.

Patrick Sephira Taum, YES Indonesia to Watertown, WI (Waukesha and West Area Team)
The 1st president of Indonesia Ir. Soekarno. I respect him a lot, he is the 1st person who unified Indonesia, which at first as you know Indonesia is not one but lots of kingdoms, and can lead Indonesia to reach our independence - he's the man!




3. Give an example of an outstanding leader in your local US community. Describe the reasons behind your choice.

Ayun Erwina Arifianti, YES Indonesia to Cave Creek, AZ (Grand Canyon Area Team)
I think Bud Bennet, my Student Council’s Leader and my school’s President, is an outstanding leader in my community. He is good in making people comfortable around him although you don’t know him. He is very good speaker and very persuasive. He can manage his members. He is also funny.

Dayu Dara Permata, YES Indonesia to Elizabeth, IL (Northern Illinois Area Team)
In my view, a person that portrays a trait of an outstanding leader in my local US Community is the Senator of Illinois State, Mr. Barrack Obama. I adore him because of his eligible leadership ability along with his honest and down-to-earth personality. I love how he can magnetize everybody’s attention when he comes into the crowd without being bold. He is a type of person every people can put their hopes to on account of his courage to make a difference.

Ferry Samadhi, YES Indonesia to Abbotsford, WI (North Central Wisconsin Area Team)
An outstanding leader from my US community is Mrs. Mary Kusiak, she is a chapter coordinator in North Central Wisconsin area. She lead the chapter, AFS students, volunteers, host parents and many more. She always does a great job, managing her time with family and AFS. She always makes an AFS event enjoyable, fun and warm. She is a great leader, she has been proving it.

Muhammad Fadhun, YES Indonesia to Brawley, CA (Desert Valleys Area Team)
My host family. They are kids doctor in my city so, almost all people know them, when someone asking me, with who I am staying, I said Dr. Baig, then they said, “oh that my doctor when I was kid” or “that my son’s doctor”. For me is so interesting, my host mom who work in hospital and also she active in organization for health care or even for community, especially here in the border.

Patrick Sephira Taum, YES Indonesia to Watertown, WI (Waukesha and West Area Team)
Coach Harms (my wrestling coach). He makes wrestling sweet. And when that time there's issues in the team he can take it wisely and the team somehow respects him, and he is not really a dictator, he's a funny guy too.

Things You Might Like About Bandung

It’s Small and Cozy
Well, Bandung is not that small. But one thing for sure, it seems like, lo bisa travel dari tempat paling utara di Bandung ke tempat paling selatan di Bandung dan lo cuma butuh waktu satu jam. Do not count the traffic jammed, of course. And just pretend there are no those one-way streets. With them, forget about one-hour thing. It would take one damn day to go around Bandung. Terutama buat mereka yang belom kenal jalan-jalan di Bandung. Sekali lo salah belok, dan masuk ke area one-way, maann...that would mean hell! Kalo udah kaya gitu, mau gak mau lo harus ikutin jalan sampe lo nemuin tempat muter. Dan ga jarang, di beberapa jalan di kota Bandung, you got to drive all the way through the damn street just to turn around. Ughh..mending gue digodain bencong Jalan Braga deh daripada kejebak di one way street not knowing where to turn. But despite those all, Bandung is still, I think the coziest place to live in and be around. You gotta love the weather. In Bandung it is always like autumn in a city of four-season country. Sejuk-sejuk gimana gitu.

It’s shopping paradise
Wow, this is the greatest thing about the city any shop-a-holic girl- or even boy- would trade their life for. Udah jadi rahasia public kalo Bandung tuh gudangnya factory outlet. Hampir di setiap jalan-jalan utama di kota Bandung outlet-outlet beleretan dengan manisnya menunggu untuk dijamah. Dan kerennya lagi, di outlet-outlet yang ada di Bandung lo bisa nemuin baju-baju branded kaya Abercrombie and Fitch (ohhh, this one is my favourite), Hollister, Polo, Banana Republic or Victoria Secret dengan harga sangat terjangkau. Not to mention the distros. Bisa dibilang, benih-benihnya distro indie yang ada di Jakarta pertama kali muncul di kota yang umum dijulukin kota kembang ini. For those of you who have limited budget, Bandung is still a place to be considered. Di kalangan anak-anak Bandung- I’ve just found out recently- ada sebuah tempat yang okeh banget buat dijadiin referensi belanja di saat kantong lo lagi kena kanker- kantong kering- paling akut sekalipun. It’s called Cimol. Tempat yang letaknya di daerah Gede Bage ujung kota Bandung ini biasa hampir gak pernah sepi pengunjung. Sekilas, Cimol itu dari jauh cuman keliatan kayak tempat yang dipenuhin sama ratusan lapak-lapak yang isinya- gak lain- baju, baju dan baju. Ada juga sih yang jual sepatu dan tas, tapi kuantitasnya gak seajib baju yang dijual disana. Baju yang dijual di Cimol itu bukan sembarang baju. Baju disitu semuanya adalah baju bekas. Yep, those clothes have all been used. Tapi, tunggu dulu, baju bekas disana itu bukan baju bekas produksi lokal (yuchhh, gross), tapi baju-baju bekas import. Ada yang import dari Eropa, Amerika dan negara-negara Asia Timur kaya Jepang ato Korea. That’s why people refer Cimol as the supermassive secondhand store. The biggest one in Bandung. And the biggest I’ve ever found, I believe. Itulah kenapa barang-barang yang dijual di Cimol harganya murah a-bitch. Gue pertama tau tentang tempat ini dari temen gue, Sarah. Waktu itu gue tertarik karena doi cerita dengan berapi-api bahwa nyokapnya ‘nemu’ tas Prada asli di Cimol dengan harga 40 ribu. Just for the sake of curiosity, I visited the site. The good news is, kalo lo pinter nyari, lo bisa dapet barang2 branded made in European country or USA yang lucu-lucu dengan harga luar biasa murah. Setelah gue observasi dengan sesama, gue baru sadar ternyata pengunjung Cimol bukan melulu orang-orang yang lagi bokek aja, ato mahasiswa kere yang hampir keabisan uang bulanan. Nyatanya ga sedikit orang-orang ‘berduit’ yang juga hunting di Cimol. So, jangan kaget kalo pas lo mampir kesana lo ngeliat sejubel mobil mewah di tempat parkir. Pertama kali gue kesana, pernah gue ngeliat cewe nenteng hp Blackberry lagi mau ngeborong kaos-kaos vintage yang diobral 3000an. What a crime, isn’t it? Lol.

It has great foods.
Yummy. Bandung makes you get fat, believe me. Normally, I could be provided with the best nutrition any parent would possibly think of and still gain no weight through the year. Leave me in Bandung, one month and I would gain at least 8 freaking pounds. So, what is it with Bandung and getting fat? The answer is because it has great foods. Makanan di Bandung emang dahsyat banget. Gue sendiri juga heran, kok bisa ya ada orang Bandung yang kurus? Well, gue sendiri emang lahir di Bandung. Tapi gue kan gak tumbuh di Bandung. Jadi, wajar kalo gue kurus, even setelah gue nambah berat badan. Anyhow, buat orang-orang yang lahir di Bandung dan tumbuh di Bandung, I haven’t the slightest idea how they could skinny with so much great foods around. Buat gue, Bandung itu surganya wisata kuliner. Disini lo bisa nemuin segala jenis makanan. Pikirin satu jenis jajanan pinggir jalan yang biasa lo temuin di jakarta, semuanya ada di Bandung. Bahkan sebagian besar dari mereka adalah hasil kreasi orang-orang Bandung. Cireng, cimol, batagor, tape, lemper-lemperan, apa juga ada di sini. Bad news for you, Chicken, orang Bandung gak bisa ngeliat ayam idup berkeliaran. Kalo gak percaya, jalan aja malem-malem di sepanjang Dago ato jalan-jalan utama lain di kota Bandung. Sejauh mata lapar memandang, yang terlihat adalah tenda-tenda yang menyajikan ayam-ayam (ayam mati, pastinya) dengan berbagai tema: ada ayam bakar, ayam goreng, ayam penyet, ayam bali, ayam caramel, ayam bumbu kampung, ayam cobek, dll. Malah ada salah satu tempat makan terkenal di daerah itb yang menyajikan menu Ayam Naomi Campbell. Nah loh, penasaran gimana seksinya tu ayam. One thing for sure, it’s black, just like Mrs. Campbell. Moving on to the dessert, kalo ngomongin soal makanan manis kota ini tempatnya. Orang Bandung emang paling kreatif kalo soal makanan. Jangan kaget kalo pas lo maen ke Bandung lo nemuin makanan (or is it minuman? Hell, I don’t know) aneh kaya susu-telor-keju-kornet. Salah satu temen gue, Jamal, cerita kalo ada temennya yang cukup gila untuk mesen itu menu sebagai main course makan malam. Euwhhh..

It is a great place to hang out
Udah jadi hal yang biasa bagi orang-orang Jakarta buat datang ke Bandung just for hang-out sake during the weekend. Gue udah bosen banget ngeliat pemandangan dimana jalan-jalan di Bandung penuh sama mobil-mobil plat B pas malem Sabtu dan malem Minggu. You have no idea how crowded it is until you see it yourself. Daya tarik Bandung sebagai kota hang-out emang terlalu kuat. Orang-orang Jakarta kalo udah ke Bandung- anak mudanya loh- biasanya ga pernah repot-repot keluar uang buat nginep di hotel karena disini mereka bisa melek semaleman tanpa perlu mikirin tidur. Aneh emang, tapi Bandung pas weekend emang semakin hidup di malam hari. Pas siang sih biasa aja, tapi kalo hari udah gelap, mulai deh orang pada tumpah. Kafe-kafe, Lounge, McDonald sampe minimarket Circle K yang semuanya buka 24 jam jadi tempat favorite buat nongkrong semalem suntuk. Mungkin lo heran ngapain juga orang nongkrong di minimarket. I don’t know, either. It’s kind of weird, but some people do hangout in there.

It (almost) never sleep
Bandung emang bisa dibilang hampir gak pernah tidur. Ya mal-nya, kafe-nya, resto-resto fastfood-nya, mereka semua tetep available di malam hari, 24 hours a day, 7 days a week. Here, you could go out to the movie in the midnite and hang out munching or coffee-ing till dawn afterward, how cool is that? Belakangan ini, gue sama temen kuliah gue- name them, Nanda, Bacin, Jamal- lagi hobi banget nonton pas midnite during the weekend. It’s fun because the theater is less crowded. And that means more space for lesser people which is great. Kota ini, I dare to say, bener-bener surga buat manusia nokturnal yang hobi melek di malam hari kaya gue.

Toyota Ecoyouth Program 2007

Arsip: Toyota Eco Youth Program

Toyota hari ini secara resmi mengumumkan SMAN 1 Depok sebagai pemenang program Toyota Eco Youth dalam sebuah acara yang dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup, Bapak Rahmat Witoelar; Presiden Direktur PT. Toyota Astra Motor, Bapak Johnny Darmawan; dan Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Mr. Hidematsu Ibaragi. SMAN 1 Depok akan melihat proyek lingkungan hidup dari rekan-rekannya di Malaysia sebagai hadiah kemenangannya tersebut. Program Toyota Eco Youth merupakan upaya terkini Toyota Indonesia untuk menanamkan dan menumbuhkan kesadaan akan lingkungan hidup. Toyota Eco Youth mengambil bentuk kontes peningkatan kondisi lingkungan hidup di sekolah, dan untuk kali pertama penyeleggaraannya ini berfokus pada upaya pengolahan limbah di 10 Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di kawasan Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi sebagai peserta. Proyek serupa juga telah dilaksanakan oleh Toyota Malaysia sejak tahun 2001. Ke-sepuluh peserta Toyota Eco Youth masing-masing diwakili oleh tim inti yang terdiri dari 6 orang siswa/i dan seorang guru pembimbing. Mereka telah berkompetisi selama kurang lebih 6 bulan (November 2005 hingga Mei 2006) untuk memadukan pengetahuan akan metode penyelesaian masalah dengan pengetahuan penangggulangan limbah. Peserta Toyota Eco Youth adalah: 1. SMAN 34 Jakarta 2. SMAN 13 Jakarta 3. SMAN 69 Kepulauan Seribu 4. SMKN 26 Jakarta 5. SMKN 32 Jakarta 6. SMKN 58 Jakarta 7. SMAN 1 Depok 8. SMK Analis Kimia YKPI Bogor 9. SMAN 1 Tangerang 10. SMAN 5 Bekasi Nilai tertinggi dalam Toyota Eco Youth berasal dari seberapa jauh tiap tiap sekolah mampu melibatkan seluruh komponen sekolah dalam proyek lingkungan hidup yang dilaksanakan oleh mereka. Selain itu, tiap-tiap proyek juga diharapkan memiliki tingkat keberlanjutan yang tinggi sehingga dengan mudah dapat diteruskan oleh generasi siswa selanjutnya. Secara keseluruhan, pemenang Toyota Eco Youth didapat dari kombinasi 3 penjurian, yaitu: 1. Penjurian lapangan dimana tim juri menilai proyek perbaikan lingkungan hidup langsung di lokasi masing-masing peserta 2. Penjurian presentasi dimana tim inti mempresentasikan proyek mereka secara lisan dihadapan para juri 3. Penjurian ruang pamer. Secara lengkap, pemenang Toyota Eco Youth adalah sebagai berikut: Pemenang Pertama SMAN 1 - Depok Pemenang Kedua SMAN 34 - Jakarta Pemenang Ketiga SMAN 5 - Bekasi Presentasi Terbaik SMAN 34 - Jakarta Media Pamer Terbaik SMKN 32 - Jakarta Melalui Toyota Eco Youth diharapkan para peserta dapat memperoleh pengetahuan mengenai manajemen lingkungan hidup dan disaat yang sama dapat meningkatkan kondisi lingkungan di sekolah mereka sendiri. Para peserta juga diharapkan dapat menyebar-luaskan pengalaman dan pengetahuan yang mereka dapat selama program kepada teman-teman, orang-tua, dan orang-orang di sekitar mereka. PT TAM dan PT TMMIN berharap agar kesadaran akan pentingnya pendidikan dan lingkungan hidup dapat meresap di masyarakat. Pabrik ? pabrik Toyota Indonesia telah mendapat sertifikat manajemen lingkungan ISO 14001 dan dilengkapi dengan fasilitas Waste Water Treatment sebagai salah satu bentuk kepedulian Toyota Indonesia atas isu lingkungan hidup. Di tingkat global, kepedulian Toyota akan lingkungan hidup dikejawantahkan dalam pengembangan teknologi kendaraan bermotor yang ramah lingkungan seperti hybrid dan fuell cell hybrid system. Toyota merupakan pemimpin dalam pengembangan mobil hybrid, dimana Toyota Prius merupakan mobil hibrid pertama di dunia yang dipasarkan secara komersil. Sistem hibrid Toyota menghemat konsumsi penggunaan bahan bakar dengan cara pembagian kerja dan kombinasi antara motor listrik dan mesin bensin konvensional. Prius adalah kendaraan hibrida yang digerakkan oleh motor listrik dengan bantuan mesin bensin, tenaga yang dihasilkan sama besar dengan mesin bensin konvensional 2,0 lt. Konsumsi bahan bakar Prius adalah 1 liter bensin untuk perjalanan sejauh 25 km. Selain Prius, kendaraan Toyota lain yang telah menggunakan teknologi hibrid adalah Toyota Estima, Toyota Crown, Toyota Alphard, Toyota Highlander, dan Lexus RX400h. Sejak pertama kali dipasarkan tahun 1997, Toyota Prius telah terjual sebanyak 504.000 unit di seluruh dunia dan memperoleh beragam penghargaan seperti ?North America Car of The Year 2004? dan ?2005 European Car of The Year?. Pemilik Toyota Prius termasuk selebriti terkenal Holywood. Toyota juga tengah mengembangkan level tertinggi dari teknologi kendaraan bermotor yang ramah lingkungan, yaitu mesin penggerak mobil yang tidak membutuhkan konsumsi bahan-bakar fosil dan sama sekali tidak mengeluarkan emisi berbahaya bernama Fuel Cell Hybrid Vehicle (FCHV). Bila teknologi hibrid menggunakan kombinasi motor listrik dengan mesin bensin konvensional, maka teknologi FCHV mengganti mesin bensin dengan sel bahan bakar bertenaga hidrogen. Emisi yang dihasilkan dari teknologi ini berupa H2O atau air. Mobil FCH Toyota telah dipasarkan secara terbatas di Jepang dan Amerika Serikat sejak tahun 2002, sementara itu Bus FCHV milik Toyota merupakan bus resmi dalam perhelatan Aichi Expo 2005 di Jepang kemarin.

Dayu Dara Permata: Juara 1 Lomba Cepat Tepat Pangan IPB Tingkat Nasional 2007


SMANSA Juara LCT Ilmu Pangan XV

Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan ke-15 (LCTIP XV) diadakan pada tanggal 8 dan 9 September 2007 di Auditor terdiri dari 3 orang siswa dan 1 orang guru pembimbing. Lima tim diantaranya berasal dari Pulau Sumatium Fakultas Perikanan dan Auditorium Abdul Muis Nasution. Acara diikuti oleh 51 tim yang masing-masing timra, 2 tim berasal dari Pulau Bali, dan sisanya (44 tim) berasal dari Pulau Jawa.

Lomba ini dilaksanakan dalam empat tahap. Tahap pertama adalah tahap penyisihan yang dilakukan dengan tes tertulis yang mencakup materi matematika, fisika, kimia, biologi, dan ilmu pangan. Dari tahap ini disaring sebanyak 21 tim untuk dapat mengikuti tahap perempat final dan tiga dari 21 tim tersebut dengan nilai tertinggi dapat langsung melanjutkan ke tahap semifinal. Tiga tim dengan nilai tertinggi tersebut adalah 1 tim SMA Insan Cendekia Serpong, 1 tim SMAN 2 Bandar Lampung, dan 1 tim SMUK 3 BPK Penabur Jakarta.

Tahap perempat final dibagi menjadi 6 sesi. Dari tahap perempat final ini didapat enam tim yang lolos ke tahap semifinal, yaitu 1 tim SMAN 1 Tabanan Bali, 1 tim SMA Presiden Bekasi, 1 tim SMAN 2 Bandar Lampung, 1 tim SMAK Karunia Jakarta, 1 tim SMAN 1 Serang, dan 1 tim SMAN 1 Depok. Tahap Semifinal dibagi menjadi tiga sesi. Masing-masing tim pemenang dari tiap sesi tersebut dapat melanjutkan ke tahap final. Tiga tim yang lolos ke tahap final adalah 1 tim SMAN 2 Bandar Lampung, 1 tim SMAN 1 Depok, dan1 tim SMA Presiden Bekasi. Saat-saat yang paling menegangkan adalah babak terakhir dari tahap final, yaitu babak rebutan di mana terdapat 40 soal yang dapat diperebutkan oleh ketiga tim finalis.

Terjadi perebutan nilai yang sangat ketat di antara ketiga tim tersebut. Final berlangsung seru dengan saling mengejar nilai antar regu. Boleh dikatakan bahwa tiga regu tersebut memang pantas dan layak berada final karena kemampuannya dalam menjawab soal-demi soal amatlah memukau penonton terutama dewan juri. Pada akhirnya juara I didapatkan oleh tim SMAN 1 Depok (atas nama Visky Katerina Putri, Farhani Lainufar, dan Dayu Dara Permata) dengan hadiah berupa piala bergilir dari Direktorat IPB, piala LCTIP XV, dan uang sebesar Rp. 4.500.000,-. Juara II didapatkan oleh SMA Presiden Bekasi dengan hadiah berupa piala LCTIP XV dan uang sebesar Rp. 2.500.000,-. Lalu juara III didapatkan oleh SMAN 2 Bandar Lampung dengan hadiah berupa piala LCTIP XV dan uang sebesar Rp. 1.500.000,-. mereka juga memperoleh hadiah Undangan sebagai mahasiswa Ilmu Teknologi Pangan tanpa jalur tes atau USMI.

LCTIP XV ini ditutup oleh Ketua Himitepa IPB, M.T. Assyaukani dengan memberikan suatu gambaran menggugah mengenai keadaan pangan Indonesia.

Assumption University: Unbelieveably Beautiful

Tanggal 17-24 Januari 2010 lalu gue pergi ke Thailand dalam rangka berlibur sekaligus mengikuti event International Conference AIESEC bertajuk National Leadership Development Seminar yang diadakan di Assumption University, Bangkok.

Kali pertama gue nginjekkin kaki di Assumption University, I was like "Oh Man, am I really in Bangkok? Is this really South East Asia? For real?"

No offense. Bukannya gue menyepelekan Asia Tenggara, tapi gue bener-bener ga pernah tau kalau ada institusi pendidikan tinggi sebesar dan sebagus Assumption University di Thailand.

Saking bagusnya, gue berani bilang kalau dari segi fasilitas, Assumption University ini udah 11-12 sama Harvard-nya Amrik. Luasnya? Jangan ditanya. It takes probably 1 day to go around the campus by foot.




Di Assumption ada replika piramida kaca kaya yang ada di Museum Louvre, Paris.



Let's take a closer look to the pyramid. Isn't it beautiful?

Sabtu, 17 April 2010

Contoh Surat Keterangan Belajar Di Luar Negeri

Lampiran I A
Keputusan Menteri Pendidikan & Kebudayaan
Nomor : 0273/U/1985
Tanggal : 4 Juli 1985

PEMBERITAHUAN BELAJAR DI LUAR NEGERI BAGI PELAJAR

Kepada Yth.
Bapak Sekretaris Jendral
Departemen Pendidikan Nasional
u.p. Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri
Jl. Jendral Sudirman – Senayan
Jakarta

1. Memberitahukan dengan hormat, bahwa penanda tangan surat ini:

Nama : Surya Permana Tirta Menggala
Pekerjaan :
Alamat Kantor : Rumah Sakit Puri Cinere
Alamat Rumah :

Sebagai orang tua dari pelajar

Nama : Dayu Dara Permata
Umur/tempat tanggal lahir : 18 tahun/Bandung, 3 September
Laki-laki/Perempuan : Perempuan
Alamat Rumah : Jl. Anggrek 4 Blok C6 B No.6, Bumi Sawangan Indah, Pengasinan, Sawangan, Depok 16518
Tempat Sekolah di Indonesia : SMA Negeri 1 Depok

Bermaksud menyekolahkan pelajar tersebut di:

Alamat Sekolah yang Dituju : Hwy 84 S, Hanover, IL 61041
Tingkat Sekolah : Sekolah Menengah Atas (SMA)
Senior High School
Kota : Elizabeth Town
Negara Bagian/Propinsi : Illinois (IL)
Negara : United States of America

2. Biaya belajar di luar negeri bagi pelajar tersebut adalah atas biaya sponsor pihak ke tiga seperti pernyataan terlampir.
3. Bersama ini juga disampaikan:
a. Copy surat Tanda Tamat Belajar (STTB/Ijazah terakhir/Keterangan dari Kepala Sekolah Bersangkutan),
b. Pernyataan kesanggupan menanggung biaya selama berada di luar negeri,
c. Pernyataan kesediaan mematuhi petunjuk Perwakilan Republik Indonesia setempat.
d. Copy Surat Keterangan/Sertifikat telah mengikuti Penataran Pedoman Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4)
e. 1 (satu) buah pas foto, ukuran 4x6 cm.

Demikianlah untuk menjadi maklum adanya dan atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,
Orangtua Siswa



(Surya Permana TM)

Tembusan Yth.
1. Direktur Jendral Hubungan Sosial Budaya dan Penerangan
Departemen Luar Negeri
2. Direktur Jendral Imigrasi
Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia

Lampiran III
Keputusan Menteri Pendidikan & Kebudayaan
Nomor : 0273/U/1985
Tanggal : 4 Juli 1985



SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini

Nama : Dayu Dara Permata
Alamat :

Dengan ini menyatakan bersedia untuk memenuhi semua petunjuk-petunjuk Perwakilan Republik Indonesia di Amerika Serikat serta semua peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara tersebut selama belajar serta semua peraturan yang ditetapkan oleh sekolah yang bersangkutan.

Apabila ternyata tidak memenuhi ketentuan-ketentuan tersebut di atas maka kami bersedia menerima sanksi tidak diperpanjang masa berlakunya paspor yang kami miliki.

Jakarta, 18 Juli 2006

Mengetahui, Yang bersangkutan ,



Karina Yufrizal, ST (Dayu Dara Permata)
Direktur Eksekutif
Bina Antar Budaya



Lampiran V
Keputusan Menteri Pendidikan & Kebudayaan
Nomor : 0273/U/1985
Tanggal : 4 Juli 1985



KETERANGAN TANDA LAPOR DIRI

Yang bertanda tangan di bawah ini

Nama : Dayu Dara Permata
Tempat dan Tanggal Lahir : Bandung, 3 September
Laki-laki/Perempuan : Perempuan
Pemegang Paspor Indonesia no. :
Nama Sekolah Tempat belajar
Di Luar Negeri : River Ridge High School
Jurusan/Tingkat :
Alamat di Luar Negeri : 233 W Main St
Elizabeth, IL 61028
Tiba di Luar Negeri :
Sponsor/Wali yang membiayai :
Alamat : Jl. Anggrek 4 Blok C6 B No.6, Bumi Sawangan Indah, Pengasinan, Sawangan, Depok 16518
Sudah/belum mengikuti Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4)

Sudah x Belum

Melaporkan diri kepada Perwakilan Republik Indonesia di:
Alamat :
Tanggal :
Demikianlah laporan ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta, 18 Juli 2006


Yang melaporkan,



(Dayu Dara Permata)

Surat Untuk Sahabatku

Depok, 15 Juli 2008


To My Dearest Friend
Dahlia Utami Ningrum....

Farewell...
A beginning that always colors up our lives
It always sketches with gold love and silvery affection ink
From the episode of life itself

Kalo lo nurut ama gue, seharusnya lo ada di -minimal- pesawat/bandara waktu lo baca surat ini. Ato mungkin, lo lagi transit ato bahkan lo udah nyampe di US dan masih jet lag2nya. Tapi kalo lo sekarang ini posisi lo masih di Indonesia, dikelilingin orang-orang rambut item-kulit coklat dan cebok pake aer, gue gak kaget kok. Lo kan emang suka gitu. Gak sabaran. Huh! *sok ngambek*

Anyhow, kalo lo mau tau gue ngetik surat ini pagi-pagi buta kayak orang bener, bibir masih jigongan dan muka masih ceplakan bantal. Hal pertama yang gue pikirin waktu gue bangun tidur pagi ini adalah “Shit, man, my best friend is gonna go abroad tomorrow. I got to give her something before she leaves, or she’ll forget I exist”. Gue belaga buka dompet dan secara gegap gempita nemuin duit rebuan beleretan disitu. Dikumpulin juga paling banter dapet baso semangkok. Gue emang payah, Hel. Idup susah, mati juga ogah. Tapi gue gak patah arang. Gue percaya lo mo temenan ama gue bukan karna materi, kalo nyari materi mah lo gak bakalan temenan ama pengangguran kayak gue yang belon bisa nyari duit sendiri. Mending temenan ama mesin atm aja. Ato bendahara RT. Pokoknya bukan gue. Lo sih ga punya duit gampang, muka gak kalah ama penyanyi dangdut ibukota, badan tinggi gede, ngomong oke, tepe sana-tepe sini jadi SPG, dapet deh ratusan rebu. Nah gue, badan boncel stadium 5, mo jadi SPG apaan. Susu balita?

Menilik fakta-fakta di atas akhirnya gue membuat sebuah keputusan maha bijaksana. Dengan sotoy gue berkata pada diri sendiri ”pertama-tama gue mesti nulis surat perpisahan buat Dahelkuh”. Jadilah pagi ini gue berkutat dengan jidat bekerut-kerut di depan leptop, ngetik surat ini buat lo. Sebenernya surat ini nothing special sih, Yang. Cm kayak flash back persahabatan kita berdua selama beberapa 3 taun kebelakang. Mostly things I’ve thought about you. Ada juga nasehat-nasehat sotoy gue buat lo. Kali-kali aja pas di Amrik entar lo sembelit, mayan tuh, bisa bikin mules, jadi gampang eek deh...

Well, Hel, I may not know you for a long time but it does not take that much of a time to know who you really are. Meskipun kita udah saling kenal sejak 3 taun yang lalu pas pertama kali ikut orientasi AFS di Jakarta, tapi gue gak pernah bener-bener kenal elo sampe taun lalu waktu kita mo balik ke Indo. There, I realized for the first time that you’re not a person I’d known for the last two years. Setaun ini, gue baru tau bahwa lo adalah Dahlia yang bener-bener berbeda dari apa yang gue pikir sebelomnya. Jujur, pertama gue kenal lo secara sepintas gue langsung ngambil kesimpulan sesat bahwa lo itu adalah orang yang sok eksklusif, suka pilih-pilih temen, rada angkuh, pokoknya ngartis banget dah kaya bintang pelem. Gue inget banget the very-very first time gue ngelyat lo. Di SMAN 74 Jakarta, abis seleksi tertulis pertama. Waktu itu gue lagi tengah hari bolong, cuaca lagi panas-panasnya dan gue lagi mabok-maboknya, secara abis tes. Perut laper, mata siwer. Kebetulan ada tukang soto di pinggir jalan, yodah hajar aja. Gue makan dah di pinggir jalan, sendirian kayak musapir. Pas gue lagi makan kayak orang kesurupan, saat itulah gue ngeliyat lo. Lo pake baju turtle neck gitu kalo gak salah, terus pake bawahan rok selutut dan pake sepatu teplek. Gak penting yah, tapi gue merhatiin aja. Lo lagi bediri di trotoar sambil ngobrol lewat hp. Kayanya lagi nunggu orang. Gak tau kenapa gue takjub aja ngeliatin lo. Di mata gue waktu itu lo tuh bling-bling bener gitu dah. Gak lama gue liat lo jalan menuju ke sebuah mobil yang diparkir di pinggir jalan (belakangan gue baru nyadar kalo dia itu pacar lo waktu itu). Tapi lo gak langsung pergi naek tu mobil. Lo malah balik lagi ke arah gedung sekolah, gak tau mo ngapain.

Di seleksi-seleksi AFS tahap berikutnya gue masih sering juga ngeliat lo. Dalem ati gue mikir “wah jago juga ni cewe, lolos seleksi mulu”. Saat itu gue masih ngirain lo tu tipe cewe hedon-hura-hura yang bisanya cuma dandan, pacaran ama dugem doang makanya gue rada gak percaya lo melenggang kangkung sukses ngelewatin seleksi. Gue juga sampe sekarang suka ikut2an dugem sih. Dunia gembel. Hihi. ^O^v

Oke, hari berganti hari. Setaun pertama ga terlalu meninggalkan kesan buat gue. gue ngerasanya kita dulu cuma temen di permukaan doang. Sekedar lo tau gue dan gue tau lo. That’s pretty much it. Gue gak pernah nyadar bahwa lo tuh anak yang asik banget sampe karantina terakhir sebelom keberangkatan kita ke US pas kita lagi heboh-hebohnya nyiapin farewell party. Di karantina menuju farewell party yang seperti ritual iblis yang menyita energi, pikiran, waktu dan kehidupan para AFSers selama hampir semingguan itu sedikit demi sedikit gue mulai kenal lo. Ternyata lo gak seeksklusif yang gue kira. Gue akhirnya sadar bahwa seorang Dahel itu peduli temen, punya semangat teamwork yang bagus, enak diajak ngobrol dan humoris abis.

Setaun di Amrik bisa dibilang gue ga pernah kontak-kontakan ama lo. gue cuma sesekali liat kabar lo melalui efes lo yang eksisnya senen kamis karna jarang di update ituh. Diem-diem gue kagum ngeliat poto-poto lo pas surfing di CA. Gue jadi rada mupeng gitu. Tapi setelah gue amati dengan saksama, kulit lo jadi super tan aka angus, gue jadi bilang makasih, masih dalem ati. Yaelah gue kagak surfing di pante aja kulit udah buluk-buluk coklat eksotis already, gimana kalo gue nekat ke CA surf bareng lo. Bisa dikira cebong gue, item-item ngambang di atas papan. Time went by, gak kerasa setaun berlalu cepet banget di US. Rasanya baru kemarennya kita berangkat bareng-bareng ke US kayak Bolang (bocah petualang) dengan badan kurus-kering-cacingan tinggal tulang ama kentut ngarep bisa megang salju dan ehm..bule, eh tau-tau udah tiba aja gituh waktunya buat kita untuk pulang. Uhhh...ga mau! Gue inget summer 2007 menuju detik-detik kepulangan gue bodi gue udah bak anak babi. Cuma bedanya kalo anak babi warnannya ping imut, gue item akut, hasil panas-panasan maen softball tengah hari bolong sepanjang musim panas. Berat gue yang naek 14 kiloan waktu itu kayaknya udah udah bener2 mendukung buat ikutan tinju kelas bulu babi, nyaingin Muhammad Ali ato petinju-petinju item Amrik. Okey, back to the topic, singkat cerita ketemulah kita di pre-Return Orientation di DC akhir Juni.

Gue surprise banget.
Waktu itu sih gue pribadi gak ngerasa diri mengalami perubahan ato semacemnya setelah setaun idup di Amrik. Tapi ternyata bener kata kaka2 aefes, we’ll never know how much we change till we see others that do and reflect it to ourselves. Gue baru nyadar seberapa banyak elo, gue dan temen-temen aefes berubah. Mungkin lo masih inget gimana kita selalu nge-cengin anak-anak daratan jawa yang sebelom pergi masih demen campur sari en nyinden eh tiba-tiba pas pulang nyanyinya “I’m hot cos I’m flat, you ain’t cos you not. This is why, this is why ,this is why I’m hot”. Gyahahaha. Kocak bener. Gue juga inget pernah dengan nista, dengan dukungan elo tentunya, moto-motoin anak-anak dalam pose tidur dengan badan after mereka yang udah melar dua kali lipat dari before-nya. Gak berasa diri gituh, kalo gue sendiri waktu itu juga bodi babi. Kalo diinget-inget, ternyata banyak banget yah, momen yang kita alamin sama-sama menjelang kepulangan ke Indonesia...

Tapi dari semuanya, momen yang paling berkesan buat gue terkait dengan persahabatan kita adalah momen dimana lo membuka diri lo, nunjukkin siapa Dahel sebenernya dan apa yang Dahel pikirkan. Malam ke-dua pre-Return Orientation waktu lo curhat ke gue, Dita, Anin ma Yumi soal masalah berat yang mesti lo hadepin menjelang kepulangan lo ke Indonesia. Di detik dimana lo netesin air mata ketika lo cerita, detik itu pula gue berkata sama hati gue “God, she is not as happy as she seemed”. Gue selalu ngira bahwa lo adalah cewe beruntung yang hidup di tengah keluarga yang juga beruntung dengan segala anugrah yang Tuhan kasih ke lo. Malem itu ternyata gue baru sadar bahwa gue gak tau apa-apa tentang lo, tentang keluarga lo, tentang hidup lo, atau tentang masalah yang lo punya. Ibaratnya lo adalah badan perairan *halah* gue waktu itu adalah temen di permukaan yang cuma tau lo dari riak aja, dan ga tau apa-apa soal kedalaman apalagi apa yang lo pendam di dasar. Mungkin lo gak tau, tapi malem itu juga gue commit di hati gue sendiri bahwa gue bertekad mau jadi sahabat lo, gue mau tau lebih tentang lo dan jadi orang yang siap mendengar kalo lo butuh teman bicara dan siap bicara kalo lo butuh saran untuk didengar.

Mungkin gak semua komitmen yang gue ikrarin malem itu udah gue laksanain. Gue belum bisa dibilang jadi sahabat yang baik buat lo. Gue gak selalu ada di samping lo ketika lo butuh teman buat berbagi. Gak juga siap ngedenger lo kalo lo butuh temen cerita. Gue juga gak bantu apa-apa kecuali mungkin doa dan support verbal yang juga sama terbatasnya. But despite those all, I just want you to know that you’ll always have a special place in my heart. Dimanapun lo berada nantinya, profesi apapun yang lo tekuni di masa depan, sama siapapun lo akhirnya nikah, lo tetep Dahel Busuk, sahabat gue yang gue sayang.

Ga banyak yang bisa gue kasih ke elo. Lebih tepatnya gak ada. Selaen ucapan selamat teriring doa. Amerika kan tempat impian semua orang, Yang, dan lo adalah satu dari sedikit orang yang beruntung bisa mengenyam 4 tahun pendidikan tinggi disana. 4 taun di Amrik, gue gak mo sok-sok nyuruh lo buat ibadah ato beramal etc karena gue sendiri ibadah masih dangdut. Haha. Hanya satu pesan gue, Hel: hadapilah setiap kesulitan hidup dengan senyum. If the world gives you thousand reasons to cry, give it million reasons to smile. Percayalah bahwa setiap tetes keringat, setiap jerih usaha, dan setiap detik waktu yang lo korbankan tidak akan pernah sia-sia. Semua pasti ada hasilnya, atau minimal ada hikmahnya. Believe me, God loves you, Dear. So do I. You may not have the best family in the world or the best parents in the earth. But not to worry, He shows his love by sending caring people surround and brings fortunes all around you. Be succeed in the future. Pursue your dreams today like there is no tomorrow. My pray is yours. These following phrases are my pledges.

We’ve known each other by chance
Become friends by choice
Still friends by decision
And when we say friends forever that’s definitely a lifetime promise

Live, Laugh and Love
Tons of Love


Dayu Dara Permata

Why I Want To Be An Exchange Student






Why did you decide to be an exchange student:

It has been my obsessions to broaden my knowledge of living in another culture, learn the language, comprehend the value, know how people in another country live their life, and see what they think of people from outside their country as I do. I decided to be an exchange student because I believe that by doing so, I could accomplish those obsessions yet promote a more and just peaceful world, altogether. To be an exchange student is the best way to see my country from the ‘outside’ and understand another country from the ‘inside’.

What was the hardest thing to adjust to:
To this, I have couple things to be considered such as language, culture, food, school, etc. But the superlative degree of ‘hardest’ eventually goes to the weather. I am a person from one heck of a warm-humid-tropical country but I have to adjust to the country with a very fluctuate weather. I’ve felt how hot and dry it was in the summer and how freezing it was in the winter.

Funniest moment you will never forget:
I’ve experienced tons of funny moments but the funniest one happened on the very first day of school when I passed out during the hour of PE after running (only) one lap. It was funny because my friends thought I was just doing some ‘Indonesian routine’ by laying on the ground, thus they left me behind. It must had been an hour by the time my teacher found me, in the same pose as my friends had seen before.

Where is your favorite hang-out and why:
Basically, mall is my favorite hang-out, no matter in what country I’m at because I love (window) shopping. It’s just a girl thing. I love being at home, as well, because it is a place where I can hang-out at most with my host family. Oh, almost forgot, I another place to hang-out is a Chinese restaurant in Dubuque where I can eat the tasty Asian foods.

Your favorite American Foods:
Doritos, hot dogs, taco, nachos, chicken fajitas (it’s not really American)

Three adjectives that best describe your stay:
Amazing, unforgettable, challenging.

Final words of goodbye to your friends:
We’ve known each other by chance, became friends by choice, still friends by decision, and when we say friends forever, that’s definitely a lifetime promise! Remember, this really is not a goodbye.




Dayu Dara Permata

INDONESIA

Puisi Tentang Listrik

Tema : “Listrik Untuk Kehidupan yang Lebih Baik”
Sub Tema : “Kita dan Listrik”

Maha Daya Listrik

Ketika kubuka mata untuk kali pertama
Di awal hari yang masih gulita
Kala mentari masih di pelupuk mega
Kaulah yang tuntun raga ini untuk bangkit menatap dunia
Menerangi langkah demi langkahku tanpa jeda

Ketika peluh ini membasahi raga
Di pertengahan hari yang terik membara
Kala sang surya berjaya dengan sinarnya
Kaulah yang redakan tubuh ini dari deranya
Sejukkan jasmani tenangkan jiwa

Ketika hari beranjak dari peraduannya
Menuju petang yang menguasai hari separuh masa
Kau kembali terangi jalan kami para manusia
Agar tak bimbang kaki ini melangkah
Agar tak ragu pikiran ini tentukan arah

Ketika petang kian melarut dan malam bergulir nyata
Terangmu tetap teguh sinari separuh dunia
Ciptakan ilusi proteksi dalam hati selama diri terjaga
Hadirkan sugesti keamanan dalam istirahat manusia

Kau adalah buah peradaban yang termegah
Penemuan terdahsyat sepanjang sejarah
Keberadaanmu merupakan titik tolak perkembangan keilmuan di muka bumi
Dari filosofi hingga teknologi, ilmu bumi hingga industri, ekonomi hingga politik negeri Di sisimu semuanya berjalan dan berkembang terkendali

Kau ibarat matahari bagi tata energi
Segala peri kehidupan pada porosnya ber-rotasi
Namun tetap padamulah mereka ber-revolusi
Dayamu-lah yang berikan mereka kekuatan dan orientasi

Kau ibarat jantung bagi peri kehidupan di bumi
Bumi dan mahluk hidup seisinya bergantung pada seleksi alam dalam ber-evolusi
Namun tetap padamulah mereka menggantungkan kemajuan peradaban yang hakiki
Dayamu-lah yang berikan mereka perkembangan keilmuan yang sejati

Kaulah Sang Maha Karya Peradaban…
Kusebut kau Maha Daya Listrik…


Oleh:
Dayu Dara Permata
Siswi SMAN 1 Depok

Surat Protes Untuk UNJ

Selama gue hidup dan mengenyam bangku pendidikan, dari taman kanak-kanak sampai sekarang di bangku kuliah, entah udah berapa banyak lomba dan kompetisi yang pernah gue ikutin. Ga semua lomba gue menangkan tentunya, but most of the times I do an adequately satisfying job winning the competition.

There are those shitty times when what I got into competition and it went bad due to the external factors. This is one of those times reflected on this letter written below.



Kepada Yth. Panitia Lomba BioFest 2007
Universitas Negeri Jakarta
Kampus A, Rawamangun, Jakarta Timur

Kami dari SMA Negeri 1 Depok sebagai salah satu sekolah yang timnya menjadi semifinalis BioFest 2007, ingin mengutarakan beberapa kesan, kritik, pertanyaan, dan saran sehubungan dengan keikutsertaan kami dalam rangkaian acara BioFest 2007 yang bertajuk “Lestari Alamku, Jaminan Masa Depanku”.
Sebagai informasi, SMA Negeri 1 Depok mengirimkan 2 tim sebagai delegasi yang berpartisipasi dalam kompetisi biologi karya BEM Fakultas Biologi UNJ yang berlangsung pada tanggal 12 dan 17 November ini. Pertama kali mengikuti rangkaian acara BioFest 2007 yang diawali dengan proses seleksi tertulis atau brainstorming, kami merasa sangat kagum dengan kualitas soal-soal yang kami temui pada babak ini. Menurut kami, kualitas soal-soal brainstorming, baik yang berupa soal pilihan ganda, benar-salah, ataupun soal analisis, amatlah baik karena soal-soal tersebut bukan hanya menguji kemampuan hapalan biologi murni peserta tapi juga menuntut kemampuan biologi terapan peserta secara spesifik.
Dari hasil seleksi brainstorming, diperoleh hasil yang cukup menggembirakan: 2 tim SMANSA DEPOK masuk ke dalam deretan 30 tim yang lolos ke babak semifinal. Malah, salah satu tim kami berhasil menduduki peringkat 2 dari 60 tim yang ada dengan skor 367. Skor ini hanya terpaut 1 poin dari tim SMANSA BEKASI yang menduduki peringkat 1 dengan skor 368. Satu tim SMANSA DEPOK yang lain menduduki peringkat 4, dengan skor 303.
Namun kekaguman kami akan kinerja panitia dan kelangsungan acara BioFest 2007 ini berlangsung hanya sementara. Kekecewaan pun secara bertubi-tubi kami sebagai semifinalis terima setelah kami mengikuti rangkaian acara SEMIFINAL dan FINAL pada tanggal 17 November 2007.
Dengan tanpa mengurangi rasa hormat dan salut kami atas kerja keras panitia BioFest, kami ingin memberikan beberapa kritik membangun sebagai respon atas KEKURANGAN-KEKURANGAN dalam pelaksanaan acara yang mungkin dapat dijadikan koreksi konstruktif dalam pelaksanaan acara serupa di kemudian hari:
1. KETIDAKRASIONALAN NILAI/BOBOT SOAL
Kami SANGAT menyesalkan keputusan panitia dalam penentuan bobot soal yang kami percaya TIDAK RASIONAL. Panitia memberikan skor total 600 di babak semifinal dengan rincian 300 untuk sesi Analisis Video Praktikum yang berjumlah HANYA 3 soal, dan 300 untuk sesi “PRAKTIKUM SESUNGGUHNYA” di 15 meja yang telah disiapkan oleh panitia sedemikian rupa dimana di tiap meja peserta dihadapkan pada berbagai tipe soal yang SANGAT MENUNTUT WAWASAN BIOLOGI dan NALAR. Secara kualitas, soal-soal yang ditemui oleh para semifinalis di sesi “PRAKTIKUM SESUNGGUHNYA” amat berbobot. Soal di sesi ini bervariasi dari soal-soal biologi analisis seperti “Apakah kaitan antara pemanasan global dan banjir pasang surut di Jakarta Utara” hingga soal-soal biologi muni yang berkaitan dengan fisiologi dan anatomi serta morfologi mahluk hidup. Dari segi kuantitas pun, soal yang disiapkan oleh panitia di sesi “PRAKTIKUM SESUNGGUHNYA” jauh lebih banyak. Bahkan di salah satu meja, peserta dituntut untuk menjawab hingga 7 buah anak soal.
Yang kami heran, dengan tingkat kesulitan seperti kami sebutkan di atas, MENGAPA PANITIA MEMBERIKAN BOBOT NILAI YANG SAMA UNTUK SESI PRAKTIKUM DENGAN SEKURANG-KURANGNYA 50 ANAK SOAL, DENGAN SOAL ANALISIS VIDEO YANG HANYA BERJUMLAH 3 BUAH SOAL, YAITU SEBESAR 300 POIN???
Padahal di sesi Analisis Video Praktikum, untuk video praktikum ke-3 misalnya, dimana model video memperagakan gerakan fleksor tangan yang pertanyaannya dikaitkan dengan otot bisep/trisep, pertanyaan yang diajukan TINGKAT KESULITANNYA TIDAK SEBERAPA apabila dibandingkan dengan pertanyaan-pertanyaan analisis yang disiapkan panitia di meja-meja praktikum. Dan untuk soal video praktikum nomor 2, yang berkaitan dengan peristiwa perkecambahan biji saga, ada suatu KESALAHAN FATAL yang dilakukan oleh panitia karena di dalam video, TIDAK ADA PENJELASAN MORFOLOGIS & FISIOLOGIS specimen biji saga yang dijadikan objek percobaan. Peserta yang merupakan siswa-siswi SMA SANGAT TIDAK FAMILIAR dengan specimen, sementara di akhir video, peserta dituntut untuk menganalisis biji saga mana yang akan mengalami proses perkecambahan tercepat. Suatu hal yang sangat KELIRU, karena meskipun PESERTA mengetahui secara detail factor-faktor yang MENGHAMBAT ataupun MEMPERCEPAT LAJU PERKECAMBAHAN, hal tersebut akan sia-sia karena untuk spesies tumbuhan tertentu ada factor X yang paling menentukan, yaitu factor fisiologis dan anatomis tumbuhan yang bersangkutan, sehingga yang terjadi adalah: SEMIFINALIS MENEBAK-NEBAK JAWABAN dengan alasan yang dibuat serasional mungkin.

2. BABAK SEMIFINAL YANG MENGECEWAKAN
Masih terkait dengan babak semifinal yang bagi kami sangat mengecewakan, dengan alasan praktis, panitia mengundi 30 semifinalis menjadi 2 kelompok di sesi 2 semifinal. 15 tim akan menjadi tim yang pertama kali melaksanakan sesi 2 semifinal dengan berkeliling 15 meja dan menjawab soal-soal yang disiapkan panitia di tiap meja. Sementara 15 tim sisanya, menunggu 15 tim pertama selesai, baru kemudian mereka mendapatkan giliran. Namun, hal yang amat sangat mengecewakan yang para pembimbing juga tim kelompok pertama perhatikan adalah: PANITA MEMBIARKAN 15 TIM KELOMPOK KEDUA TETAP BERADA DI RUANGAN DAN MEMPERHATIKAN DENGAN SEKSAMA PROSESI SEMIFINAL YANG TENGAH BERLANGSUNG. Tidak sedikit dari mereka yang menonton, dan jelasnya, melihat specimen serta soal-soal di meja sambil sesekali membuka dan membaca kembali buku teks yang mereka bawa ke ruangan. Tidak perlu kami jelaskan, bagaimana hal ini kemudian membuat tim-tim dari KELOMPOK KEDUA lebih well prepared dalam mengerjakan soal-soal semifinal sesi 2, dan bagaimana 15 tim yang ada di kelompok kedua memiliki probabilitas LEBIH BESAR untuk melaju ke babak FINAL!

3. KUALITAS FINALIS YANG DIPERTANYAKAN
Akibat ketidakrasionalan bobot nilai di babak semifinal dan, mungkin, faktor lain yang kami tidak ketahui, efek domino yang kemudian terlihat adalah KUALITAS FINALIS yang bukan hanya kami, tapi juga pembimbing dan tim dari banyak sekolah, pertanyakan. Tim A dari SMAN 6 BEKASI misalnya, yang meraih nilai 573 dari 600 poin, secara mengejutkan GAGAL dalam menjawab soal-soal biologi yang sederhana namun fundamental seperti, hasil reaksi terang atau penyebab penyakit gondok endemik. Suatu hal yang sangat bertolak belakang dengan prinsip-prinsip kausatif, dimana tim dari sekolah kami sebagai semifinalis yang gagal memasuki 5 besar, melihat SKOR HAMPIR SEMPURNA yang diraih oleh finalis tim A merasa TERHERAN-HERAN akan lack of knowledge tim yang bersangkutan. Dari jawaban-jawaban dan skor yang diraih, JELAS terlihat bahwa tim yang paling menonjol dan LAYAK FINAL mungkin hanya finalis E dari SMAN 1 Bekasi. Maka wajarlah mereka menjadi juara 1, pasalnya sejak di babak brainstorming, babak yang menurut kami merupakan babak yang paling BERBOBOT, mereka telah menunjukkan eksistensi dari segi nilai. Sementara, finalis lainnya, amat meragukan. Akibatnya, timbul opini di kalangan tim dan guru-guru pembimbing bahwa BEBERAPA tim yang lolos ke final bukanlah TIM TERBAIK melainkan TIM YANG PALING BAIK DALAM MENEBAK JAWABAN YANG DIINGINKAN OLEH PANITIA atau tim yang beruntung di babak semifinal.

4. BABAK FINAL YANG SARAT KERANCUAN
Puncak dari berbagai konflik yang terjadi sepanjang rangkaian acara BioFest pada tanggal 17 November 2007 adalah, Final Babak Kedua (Babak Risk?) yang kami rasa SANGAT RANCU. Rancu dalam arti membingungkan bagi banyak pihak yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat, baik para Finalis, peserta umum, guru-guru pembimbing, bahkan dewan juri yang memberikan penilaian. Amat jelas terlihat bahwa ketika panitia merumuskan sistem final yang disebut-sebut ‘mirip’ dengan salah satu kuis bergengsi yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta itu, panitia tidak mempertimbangkan plus-minus sistem dalam pelaksanaan di lapangan. MC yang seharusnya memimpin dan memastikan arah dan kejelasan acara malah semakin membuat bingung. Hanya dengan sedikit observasi, kami para audiens sudah bisa menyimpulkan bahwa sebelum acara, panitia tidak mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan baik sistem maupun jenis soal yang akan diajukan untuk dinilai, kepada dewan juri yang berjumlah 2 orang. Secara teoritis, soal-soal yang diajukan juga bersifat normatif “menanyakan opini dan sugesti” yang sangat tidak layak dikeluarkan di tahap final berformat Cepat Tepat BIOLOGI yang seharusnya menuntut jawaban pasti. Sangat aneh, bahkan mungkin bagi para finalis, untuk menjawab sebuah pertanyaan bertag-line “Menurut Anda” atau “Berdasarkan pandangan Anda” di babak selevel final. Pertanyaan yang diajukan pun ada yang berada di luar koridor latar belakang pendidikan juri. Sangat ironis, karena sekalinya ada salah satu soal PASTI di sesi 2 final yang inti pertanyaannya, “Bagaimana virus dapat menjangkiti/menginfeksi seluruh sel tumbuhan dengan hanya menembus membran salah satu selnya”, pertanyaan tersebut malah sebuah pertanyaan tentang fisiologis tumbuhan yang tidak dikuasai juri. Salah satu juri secara eksplisit mengatakan bahwa, soal tersebut bukanlah bidangnya, karena beliau bukanlah ahli fisiologi tumbuhan tapi biomedik, namun dengan pertimbangan bijak, beliau tetap mencoba memberikan penjelasan teoritis umum bahwa virus memiliki kemampuan untuk mereplikasi diri. Padahal jawaban yang sesungguhnya adalah, karena SEL-SEL TUMBUHAN TERHUBUNG MELALUI SALURAN PLASMODESMATA SEHINGGA APABILA ADA SALAH SATU SEL TERINFEKSI, MAKA SELURUH SEL TUMBUHAN DAPAT DENGAN MUDAH IKUT TERINFEKSI MELALUI SALURAN TERSEBUT. Ketidaksinkronan pertanyaan dengan bidang kemampuan juri, merupakan suatu hal yang sangat membuat miris. Masalahnya adalah, ada salah satu peserta yang menjadi audiens yang mengetahui secara tepat jawaban yang sesungguhnya karena peserta tersebut pernah mengikuti kompetisi bergengsi setingkat nasional di salah satu PTN dan mendapatkan soal serupa yang dijawab secara detail oleh Dosen ahli di bidang fisiologi tumbuhan. Suatu hal yang secara jelas, menjatuhkan gengsi acara BioFest dimata para pesertanya.

Terlepas dari kekecewaan sepanjang rangkaian acara, kami masih juga harus menelan pahit ketika kami dihadapkan pada perbedaan pernyataan antara panitia yang satu dengan panitia yang lain. Hal ini terjadi ketika kami menemui ketua panitia BioFest untuk meminta kunci jawaban babak semifinal ketika acara final masih berlangsung, ketua panitia yang bersangkutan menjanjikan bahwa kami akan mendapatkan kopi kunci jawaban, tapi kami menunggu harus hingga acara berakhir. Kami pun menurut. Pedihnya, ketika kami menemui panitia yang lain seusai acara, panitia yang kami temui mengatakan bahwa PANITIA TIDAK MEMILIKI KUNCI JAWABAN KARENA PANITIA HANYA MEMBUAT SOAL SEMENTARA PIHAK YANG MEMERIKSA JAWABAN PESERTA DAN MENENTUKAN JAWABAN YANG PALING TEPAT ADALAH JURI yang tidak mereka sebutkan namanya. Ketika kami bertanya perihal apakah kami bisa menemui dewan juri yang bersangkutan, panitia berkata kami terlambat karena juri tersebut sudah pulang saat acara usai. Padahal, Ketua Panitia JELAS-JELAS meminta kami menunggu hingga acara usai. Entah apa, maksudnya.

Secara garis besar, menilik kepada berbagai kekurangan dalam pelaksanaan Semifinal dan Final BioFest 2007 yang dilaksanakan pada tanggal 17 November 2007, saran yang bisa kami ajukan adalah:
1. Panitia hendaknya mempertimbangkan secara strict pelaksanaan dan teknis rangkaian acara, agar supaya acara dapat berjalan secara adil dan tidak menguntungkan atau merugikan salah satu pihak
2. Soal-soal yang diajukan, terutama untuk soal babak final dan semifinal, seharusnya disesuaikan antara jenis, kualitas dan kuantitas dengan bobot nilainya secara rasional
3. Perlu diadakan koordinasi dan komunikasi antara panitia dan dewan juri yang memberikan penilaian sebelum hari-H, sehingga tidak ada kesan dewan juri “awam” akan tipe dan jawaban soal yang dibuat oleh panitia
4. Panitia hendaknya mempertimbangkan plus-minus sistem secara seksama ketika akan menerapkan suatu sistem pelaksanaan sesi-sesi babak, apabila sistem tersebut merupakan suatu sistem yang sama sekali tidak umum seperti yang terjadi pada Final BioFest
5. Adanya tranparansi nilai dan jawaban, sehingga tidak menimbulkan tanda tanya di kalangan peserta yang tidak lolos kualifikasi
6. Koordinasi internal panitia yang tidak bertolak belakang

Kami menyadari bahwa acara BioFest tahun 2007 ini merupakan acara pertama yang diadakan oleh BEM UNJ, tapi pelaksanaan perdana mestinya tidak dijadikan basis penghalalan bagi panitia untuk meng-amini kesalahan-kesalahan fatal dan fundamental yang terjadi di sepanjang rangkaian acara, sebab pada akhirnya hal itu hanya akan menjatuhkan pamor dan gengsi acara dan membuat tim-tim dari sekolah yang dirugikan merasa ‘kapok’ dan enggan untuk mengikuti acara serupa di kemudian hari.

Hormat Kami

SMAN 1 Depok
diwakili oleh Dayu Dara Permata