Rabu, 22 Agustus 2012

Acknowledgements: A Thank You Note to Everyone

“Ask not what your country can do for you; ask what you can do for your country.”
-John Fitzgerald Kennedy
  
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya lah penulis dapat merampungkan Tugas Akhir ini. Tugas Akhir yang berjudul Penjadwalan Proyek Dengan Estimasi Durasi Menggunakan Model Fuzzy Quality Function Deployment (FQFD) dan Fuzzy Finish Time Modeling (FFTM) Pada Proyek Pembangunan Pengarah Arus Sisi Timur Pelabuhan Bakauheni adalah bagian dari aspirasi penulis untuk memberikan sedikit kontribusi bagi upaya penyelesaian masalah yang tengah dihadapi bangsa ini: pembangunan infrastruktur.

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu secara langsung maupun tidak langsung atas penyelesaian Tugas Akhir ini, yaitu kepada:

1. Bapak Tota Simatupang, dosen pembimbing yang telah mendampingi penulis, dengan segala ketulusan hati, dalam penyusunan Tugas Akhir ini. Tidak akan habis rasa terima kasih penulis kepada Pak Tota yang telah bersabar membimbing dalam penyempurnaan dan perbaikan dari nol, mendengarkan ide-ide, memberikan input yang mendukung idealisme penulis namun tetap mengingatkan penulis agar tetap realistis, email balasan yang ditulis di jam istirahat dan kerja Bapak, momen bimbingan yang kadang berlangsung selama berjam-jam menyita kesibukan di kampus, hingga SMS informasi bimbingan yang membuat penulis merasa sebagai mahasiswa S1 paling beruntung di jurusan Teknik Industri ITB. Terima kasih, Pak. 

 2. Putera Sampoerna Foundation, lembaga beasiswa yang telah mewujudkan cita-cita penulis untuk menuntut ilmu di Institut Terbaik Bangsa ini. Terima kasih telah mendukung penulis secara moril dan materil selama 4 tahun yang berharga ini- dalam aspek akademik dan non-akademik. Spesial untuk Tim Monitoring atas email-email semangatnya yang selalu berhasil mengingatkan penulis bahwa I study for a bigger mission than just obtaining a degree. Mbak Beatrix, Mbak Maria, Mbak Savitri, Mbak Risky, Mbak Wulan, Mbak Vera, Mbak Diana, Mbak Leni, Mbak Astri, dan seluruh anggota keluarga besar PSF yang tidak dapat penulis sebut satu-per-satu. I am a child whose aspiration was heard and fulfilled wholeheartedly.

3. Bapak Kuntoro Mangkusubroto, seorang role model bagi penulis dan generasi muda bangsa ini, atas petuahnya yang selalu penulis kenang bahwa ‘it’s better to lit- even just a candle- than to curse in the darkness’.

4. Para Kepala Sekretariat KP3EI- sekaligus kedeputian Kemenko- yang menerima penulis dengan tangan terbuka. Bapak Uki, Kepala Divisi Perencanaan, yang mengizinkan penulis keluar masuk Kemenko MK. Bapak Wahyu, Kepala Divisi Integrasi Program, atas kepercayaannya memberikan tanggung jawab untuk mengembangkan supply-chain analysis kepada penulis sebagai alternatif topik TA. Pak Edib, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat & Promosi, atas diskusi paginya yang selalu menginspirasi.

5. Kepada stakeholder Tim Kerja Konektivitas di Bappenas. Terima kasih khusus kepada Bapak Montty Girianna, Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Bappenas. Terima kasih atas izin dan referensinya bagi penulis untuk mengangkat topik penjadwalan MP3EI. Juga kepada Bapak Maliki Achmad, Direktur Deputi. Terima kasih karena telah mereferensikan penulis kepada tim sektoral- Bapak Dail dkk- di Bappenas.

6. Rekan konsultan senior di Tusk Advisory, Shuhaela, Henry, Dessy, Benny, Akbar. Terima kasih karena telah meladeni FGD dan wawancara informal penulis di sela-sela kesibukan Tim Kerja Konektivitas. Shuhaela, the most work-a-holic woman in the planet, a BonChon master, a bestfriend, a role model yang telah memperkenalkan asam garam kehidupan konsultan kepada penulis. Terima kasih karena telah memberikan inspirasi dan kesempatan kepada penulis untuk mengangkat isu penjadwalan MP3EI yang awalnya tampak mustahil ini. Spesial bagi Henry dan Dessy yang selalu siap meladeni percakapan serius di siang hari dan shitty convo di momen-momen working afterhour. 

7. Raj Kannan, Tusk Advisory Director. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk bergabung bersama tim paling hebat di proyek yang paling menantang. Terima kasih telah mengijinkan penulis untuk kerap berkunjung dan bahkan menyertakan penulis dalam sesi employee photoshoot. Look forward to working under your lead again in the future. 

8. Tenaga Ahli Muda di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Khusus teruntuk Kak Ronald Sianipar, Mbak Dyah, Kak Syarief, Mbak Winda, Kak Acha, Kak yang selalu menyambut penulis setiap kali penulis berkunjung ke Kemenko. Terima kasih atas diskusi-diskusi kebangsaannya. Terima kasih juga untuk jalan-jalan kulinernya di sela-sela Rapat Konsinyeering luar kota. Semoga tidak bosan direpotkan oleh penulis.

9. Tim Konsultan JICA di Tim Kerja Konektivitas dan Sekretariat KP3EI atas kerja kerasnya yang menginspirasi. Bekerja sama dengan kalian adalah capacity-building exercise bagi penulis.

10. Dosen-dosen di Laboratorium Perancangan dan Optimasi Sistem Industri (LPOSI) ITB. Terutama bagi Bapak Suprayogi, Ibu Yosi, Bapak Icak, Bapak Titah yang telah menjadi figur teladan bagi penulis.

11. Papa Surya, Mama Nani, Gea, dan Rio, my family, the most precious ones. I am what I am today because of you. Can’t ask for a better family. 

12. Gino Natanael, my soulmate, best man, and bestfriend. I definitely wouldn’t have gone this far without your support. Thank you for always being there for me, being part of my life, and saying yes to all my demanding quests. 

13. Serlina Sari Wijaya, sahabat sekaligus partner-in-crime penulis selama berkuliah di TI. Terima kasih telah menjadi academic-mate yang setia 3 tahun terakhir ini. Semoga setelah lulus kita akan lanjut menjadi career-mate. 

14. Windy Natriavi, my bestest, my mood-booster. You have no idea how much our talks and chats empower me everyday. I love you. 

15. Sahabat penulis all the way from high school to date, terutama Jamal, Eva, Bacin, Cikos, Abenk. You guys are the best ones a friend could ever ask for. Dan Adrian Pradana, sahabat paling idealis yang selalu ada bagi penulis.

16. Teman terbaik penulis di Radio Kampus ITB, terutama Direktur Nissa, Nanda, Aldous. Can’t wait to see you guys at the next gathering. 

17. Para sahabat Oxford IMUN yang senantiasa menyemangati penulis lewat BBM chats dan group, Sabrina, Anty, Lili, Ceef, dan Tyas. Spesial untuk Dang Dwaya, thank you for all the weekend getaways and talks. Untuk Gama Adam Firdaus, you know what I’m thanking you for, can’t wait till you bring your degrees home. Juga Audi Prabowo, my Virgo brother, terima kasih sudah menyempatkan datang ke sidang sarjana dan bertahan hingga akhir.

18. My AIESEC mates, Anggit, Kinan, Chongky, Eja, Herda, Inez, Olga, Momon, Bagus, Baba, Blandy, Hasan, Hazki, Kiki, Nabil, Hendra, Pandu, Itink, Ami, Zara, and many others. Thank you for all the crazy Frinites and Satnites. Weekdays are just things I do in between weekends with you guys. 

19. Rekan-rekan sesama asisten LPOSI atas kerjasama yang luar biasa selama satu tahun ke belakang. Terima kasih atas ide-idenya yang brilian dan semangatnya yang tidak berkesudahan.

20. Rekan-rekan mahasiswa Teknik Industri ITB atas saran, dukungan dan semangat yang diberikan.

 21. Semua pihak yang telah membantu terlaksananya dan tersusunnya Tugas Akhir ini yang tidak dapat disebut satu per satu.

Ilmu yang benar datangnya dari Allah SWT, dan kesalahan murni diperbuat oleh penulis, masih banyak terdapat segala bentuk kesalahan dan kekurangannya. Oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk memperbaiki pembuatan laporan ini. Mudah-mudahan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua.





Bandung, 1 Agustus 2012

Dayu Dara Permata

Penulis

Kamis, 02 Juni 2011

Dayu Dara Permata - Nielsen Marketing Challenge

Press Release Nielsen Marketing Challenge

Tim Vidyashana yang terdiri atas 3 mahasiswa tingkat tiga Institut Teknologi Bandung, yaitu Dayu Dara Permata dari jurusan Teknik Industri dan Romi Kharisnawan serta M. Hazki Hariowibowo dari jurusan Sistem Informasi & Teknologi berhasil menjadi juara 1 dalam kompetisi Nielsen Marketing Challenge tahap universitas sehingga berhak untuk melaju ke babak selanjutnya mewakili ITB dan mendapatkan undangan eksklusif untuk menghadiri Nielsen Workshop di Jakarta. University final yang berlangsung pada tanggal 7 Februari 2011 di Auditorium Campus Center Timur ini merupakan seleksi tahap 2 setelah tahap 1 pre-eliminary yang bertujuan untuk menjaring tim terbaik dari ITB.

Nielsen Marketing Challenge merupakan kompetisi strategi pemasaran berskala nasional yang diinisiasi oleh The Nielsen Company Indonesia, perusahaan global yang bergerak di bidang riset pemasaran. Acara yang memiliki tagline “The War for Better Marketing Solution” ini khusus diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat III dan IV dari lima universitas di Indonesia. Lima universitas yang dapat berpartisipasi adalah Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Prasetya Mulya Business School, dan Universitas Padjadjaran.
teguh-yunanto
Teguh Yunanto, Executive Director The Nielsen Company Indonesia memberikan sambutan pada pembukaan Studium Generale sekaligus Roadshow Nielsen Marketing Challenge di Auditorium CC Timur, ITB

Kompetisi ini diawali dengan roadshow yang dilakukan di 5 universitas yang diundang untuk berpartisipasi. Selanjutnya, Nielsen Marketing Challenge dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap pre-eliminary, university final dan national final. Pada tahap pre-eliminary, untuk dapat mengikuti kompetisi, mahasiswa harus membentuk tim yang terdiri atas 3 individu yang berasal dari universitas yang sama kemudian mengangkat sebuah kasus dalam bentuk proyek pemasaran yang berkaitan dengan fenomena generasi muda. Pendaftaran dan seleksi untuk tahap pre-eliminary dilakukan secara online dan tiap tim diwajibkan men-submit proposal proyek serta CV yang nantinya akan diseleksi oleh panitia dan direduksi menjadi 5 terbaik dari tiap universitas.

Pada tahap university final, 5 tim dengan proyek terpilih di setiap universitas akan memiliki kesempatan untuk mempresentasikan proposal proyeknya. University final diselenggarakan di masing-masing universitas di mana 5 tim terbaik akan menjelaskan konsep, rencana pelaksanaan, analisis dan rekomendasi awal proyek kepada Dewan Juri. Pada tahap ini akan dipilih 1 tim terbaik dari tiap universitas.

Selanjutnya, tim terbaik dari 5 universitas tersebut akan diundang untuk menghadiri Nielsen Workshop selama 2 hari di Jakarta. Workshop Nielsen ini merupakan forum yang diadakan untuk mempersiapkan tim yang lolos ke national final dengan materi yang dibutuhkan untuk eksekusi proyek. Tiap tim akan memiliki waktu untuk menjalankan eksekusi proyeknya antara tanggal 12 Februari 2011 hingga sebelum national final pada tanggal 18 Maret 2011. National final akan diadakan di Jakarta dimana pada akhirnya kelima tim terbaik dari tiap universitas akan berkesempatan untuk mempresentasikan hasil dari eksekusi proyek yang telah dijalankan di hadapan juri yang terdiri atas Managing Director & Executive Director Nielsen Company Indonesia, Executive Nielsen Regional Singapore serta para ahli di bidang marketing dan riset konsumen. Output yang diharapkan dari tahap ini adalah rekomendasi akhir yang dibangun berdasarkan riset komprehensif terhadap generasi muda. Tim yang keluar sebagai juara 1 akan memenangkan hadiah utama berupa International Leadership Forum dan kesempatan untuk magang Kantor Regional Nielsen di Singapura.
nielsen-challenge
Roadshow Nielsen Marketing Challenge di 5 perguruan tinggi terpilih

Pada tahap pre-eliminary di ITB, dari 26 proposal riset pemasaran yang masuk akhirnya dipilih 5 tim dengan proposal terbaik yaitu, sebagai berikut:
1. Fireflies Team
2. Vidyashana Team
3. Numereit Team
4. Revelation Team
5. Pandawa Team

Kelima tim terbaik dari ITB ini kemudian harus mempresentasikan proposal riset pemasaran pada tahap University Final di Auditorium CC Timur. Presentasi dilakukan di hadapan para juri yang terdiri atas jajaran eksekutif The Nielsen Company Indonesia. Dari kelima tim yang berlaga, proposal Vidyashana Team dinyatakan sebagai presentasi proposal terbaik sehingga tim ini dinobatkan sebagai juara pertama, diundang untuk menghadiri Nielsen Workshop dan mewakili ITB di tahap terakhir National Final yang akan diadakan pada tanggal 18 Maret 2011 di Jakarta. Vidyashana Team, yang terdiri dari 3 mahasiswa tingkat III di ITB yaitu Dayu Dara Permata dari Teknik Industri 2008 dan Romi Kharisnawan serta M. Hazki Hariowibowo dari Sistem Teknologi & Informasi 2008, berhasil meraih nilai tertinggi dengan proposal mereka yang mengangkat tentang fenomena Apple Campus Reseller di ITB dan potensinya dalam meningkatkan brand recognition produk Apple di segmen generasi muda.

poster-nielsen

Media promosi Nielsen Marketing Challenge berupa poster tentang kompetisi

-taken from www.ti.itb.ac.id-

Dayu Dara Permata - Trust by Danone Competition

Press Release Trust by Danone

Pada tanggal 9-11 Februari 2011 di ballroom Ritz Carlton, Jakarta, lima mahasiswa ITB yang tergabung dalam Tim Tjakrawala berhasil melaju ke babak Country Final kompetisi Trust by Danone.

Tim Tjakrawala yang terdiri dari Dayu Dara Permata (Teknik Industri 2008), Patricia Amanda Tjandrasa (Sekolah Farmasi 2008) dan Primandaru Widjaya (Teknik Kimia 2008), Fakhri Rasyidi dan Sarah Wibiandini (Sekolah Bisnis & Manajemen 2008), merupakan salah satu dari 6 tim terbaik yang meraih nilai tertinggi pada tahapan sebelumnya, yaitu Trust Day. Pada tahap Country Final ini, masing-masing tim harus mempresentasikan strategi bisnis yang mereka rumuskan di hadapan dewan juri yang terdiri atas Executive Directors Danone Regional & Board of Directors Danone Indonesia. Keenam tim yang berlaga pada Country Final adalah Tim Tjakrawala ITB, Tim Jayawijaya dan Tim Highfive dari Universitas Indonesia, Tim Priangan dari Universitas Padjajaran, Tim Cakrabyuha dari Universitas Diponegoro, dan Tim Best USU dari Universitas Sumatra Utara. Setelah presentasi, dewan juri kemudian mengajukan berbagai pertanyaan berkaitan dengan strategi bisnis yang dikembangkan para finalis untuk tiga tahun ke depan. Desi Anwar dan Iman Sugema juga menjadi juri dalam ajang ini. Dari tahap ini akan dipilih 1 tim terbaik yang akan mewakili Indonesia di tahap International Final di Paris pada bulan April.

tim-tjakrawala-itb
Tim Tjakrawala ITB berhasil melaju ke babak Country Final kompetisi Trust by Danone 2011

Pada tahapan sebelumnya yaitu Trust Day, keenam (6) tim yang berlaga pada Country Final merupakan tim terbaik dari 35 tim dari berbagai universitas ternama dari Indonesia dan Australia, seperti UGM, ITB, UI, Universitas Padjajaran, Sekolah Bisnis Prasetya Mulya, Universitas Diponegoro, Universitas Sumatera Utara, Universitas Udayana, Universitas Sam Ratulangi dan University of Melbourne Pada tahap Trust Day, selama 7 jam pada tanggal 12 Januari 2011, seluruh tim terpilih dari Indonesia & Australia harus menunjukkan kemampuan masing-masing dalam menjawab seluruh tantangan yang diberikan dalam bentuk simulasi virtual aktivitas bisnis perusahaan. Masing-masing tim harus mampu menjalankan peran sebagai Board of Director Danone yang solid di suatu negara fiktif bernama Luvenia. Sebagai Board of Director Danone Luvenia, setiap tim harus melakukan analisis SWOT, merancang Strategic Directions, menurunkan Action Plans dari masing-masing Strategic Directions kemudian membuat implikasi finansial yang sesuai dalam waktu 7 jam. Selama proses perumusan kebijakan strategis tersebut, tim juga harus dapat menjawab seluruh pertanyaan yang diberikan secara online dengan cepat & tepat. Enam (6) tim dengan nilai tertinggi inilah yang kemudian diundang untuk berlaga di Country Final. Trust Day telah berlangsung pada tanggal 12 Januari 2011 di Balai Kartini International Convention Center, Jakarta.

Trust by Danone merupakan salah satu kompetisi bisnis internasional tahunan terbesar di dunia yang dirancang khusus untuk mahasiswa yang ingin mendapatkan wawasan nyata tentang isu-isu bisnis terbesar saat ini. Trust by Danone pada tahun 2011 ini telah memasuki tahunnya yang ke-8. Indonesia sendiri telah berpartisipasi sejak tahun ke-2 sehingga tahun ini merupakan ke-6 kalinya Indonesia berpartisipasi di dalam kompetisi Trust by Danone. Melalui kompetisi ini mahasiswa diberi kesempatan untuk membuktikan potensi individu dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok, mempelajari sekaligus menjalankan peran sebagai Board of Directors Danone Group, bertemu langsung dengan Executive Boards Danone dari level Nasional, Regional & Internasional, serta memenangkan perjalanan ke Paris bagi juara 1 Country Final dari setiap negara. Selain itu, kompetisi ini juga bertujuan untuk membekali mahasiswa tingkat akhir dari perguruan tinggi ternama di berbagai negara di dunia untuk mengenal dunia kerja dan menyiapkan diri mampu bersaing di pasar lokal maupun internasional.

Di dalam perjalanannya, para peserta telah mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai filosofi bisnis Danone yang membedakannya dari perusahan-perusahaan lain. Grup Danone merupakan pemimpin pasar dalam industri makanan dan minuman sehat di dunia. Portofolio dan merek dari perusahaan ini mencakup Danone, Evian, Volvic, Aqua , dan lain-lain yang berada dalam jajaran terdepan dalam pasar produk yang berfokus pada kesehatan. Para peserta akan di perkenalkan pada pemikiran visi, misi, value & belief serta strategi perusahaan Danone yang membedakannya dari perusahaan lain. Negara yang berpartisipasi dalam Trust by Danone 8 tahun 2011 ini adalah Algeria, China, Czech Republic & Slovakia, Indonesia, Portugal, Romania, Russia, dan USA. Indonesia merupakan satu-satunya negara yang mewakili Asia.

tim-delegasi-itb
Tim delegasi ITB (Rajawali, Tjakrawala, Bengawan) bersama Presiden Direktur Danone Indonesia, Bernard Ducros

Presiden Direktur Danone Indonesia, Bernard Ducros, mengatakan kompetisi ini diadakan untuk menggali bakat-bakat potensial yang diharapkan bisa menjadi pemimpin masa depan. Danone Indonesia berusaha menjembatani antara universitas dengan industri. Kompetisi Trust by Danone ini merupakan salah satu wujud kerja sama tersebut sekaligus menjaring talenta berbakat untuk masa depan Danone.

Human Resource Director Danone Dairy Indonesia Asep Susilo menjelaskan, Trust by Danone merupakan ajang kompetisi bisnis bagi mahasiswa. Dalam perhelatan ini, para mahasiswa dilibatkan dalam sebuah simulasi tantangan bisnis sebagai ajang mereka mengaplikasikan pelajaran yang telah diterima di ruang kelas. Asep menambahkan, pemenang adalah tim yang unggul dalam berbagai kriteria. “Dewan juri menetapkan penilaian berdasarkan strategi bisnis yang diajukan tim, presentasi mencakup cara menyampaikan materi dan alat bantu yang digunakan, jawaban tim dalam sesi tanya jawab dengan juri, kerja sama tim dalam bidang kreativitas dan partisipasi tiap anggota, serta antusiasme tiap tim,” ujar salah satu Juri di Hotel Ritz Carlton.

Gelar pemenang kegiatan ini untuk tahun 2011 diraih tim Jayawijaya dari Universitas Indonesia. Meskipun tidak meraih gelar juara di Country Final, akan tetapi sebagai tim dengan anggota termuda yang semuanya berasal dari angkatan 2008, Tim Tjakrawala merasa bahwa masing-masing anggotanya telah memberikan yang terbaik pada tiap proses yang ada di kompetisi bergengsi ini. “Setelah melalui 2 bulan yang sarat tantangan dalam kompetisi Trust by Danone 2011, dari tahap Team Screening, Trust Day hingga Country Final, kami merasa bahwa kami benar-benar berkembang. Momen kompetisi ini merupakan media yang sangat baik untuk mengembangkan kemampuan penerapan ilmu yang kami dapatkan di bangku kuliah. Kami tidak pernah merasa sedekat ini dengan dunia bisnis sebelumnya”, komentar Dayu Dara Permata, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2008 yang menjadi CEO tim Tjakrawala.

Pencapaian yang diperoleh Program “Trust by Danone” akan terus bergulir di Indonesia tiap tahun sebagai bukti komitmen Danone di Indonesia untuk turut mengembangkan dan memperoleh bakat terbaik dari orang muda dan semakin membuka banyak kemungkinan peserta dari berbagai kampus di Indonesia untuk mengikutinya. Para pemenang ajang Trust by Danone berhak atas hadiah perjalanan mengunjungi PT Danone di Paris, Prancis.

Dayu Dara Permata - Juara 1 LCT Pangan XV Tingkat Nasional

SMANSA Juara LCT Ilmu Pangan XV

Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan ke-15 (LCTIP XV) diadakan pada tanggal 8 dan 9 September 2007 di Auditor terdiri dari 3 orang siswa dan 1 orang guru pembimbing. Lima tim diantaranya berasal dari Pulau Sumatium Fakultas Perikanan dan Auditorium Abdul Muis Nasution. Acara diikuti oleh 51 tim yang masing-masing timra, 2 tim berasal dari Pulau Bali, dan sisanya (44 tim) berasal dari Pulau Jawa. Lomba ini dilaksanakan dalam empat tahap. Tahap pertama adalah tahap penyisihan yang dilakukan dengan tes tertulis yang mencakup materi matematika, fisika, kimia, biologi, dan ilmu pangan. Dari tahap ini disaring sebanyak 21 tim untuk dapat mengikuti tahap perempat final dan tiga dari 21 tim tersebut dengan nilai tertinggi dapat langsung melanjutkan ke tahap semifinal. Tiga tim dengan nilai tertinggi tersebut adalah 1 tim SMA Insan Cendekia Serpong, 1 tim SMAN 2 Bandar Lampung, dan 1 tim SMUK 3 BPK Penabur Jakarta. Tahap perempat final dibagi menjadi 6 sesi. Dari tahap perempat final ini didapat enam tim yang lolos ke tahap semifinal, yaitu 1 tim SMAN 1 Tabanan Bali, 1 tim SMA Presiden Bekasi, 1 tim SMAN 2 Bandar Lampung, 1 tim SMAK Karunia Jakarta, 1 tim SMAN 1 Serang, dan 1 tim SMAN 1 Depok. Tahap Semifinal dibagi menjadi tiga sesi. Masing-masing tim pemenang dari tiap sesi tersebut dapat melanjutkan ke tahap final. Tiga tim yang lolos ke tahap final adalah 1 tim SMAN 2 Bandar Lampung, 1 tim SMAN 1 Depok, dan1 tim SMA Presiden Bekasi. Saat-saat yang paling menegangkan adalah babak terakhir dari tahap final, yaitu babak rebutan di mana terdapat 40 soal yang dapat diperebutkan oleh ketiga tim finalis. Terjadi perebutan nilai yang sangat ketat di antara ketiga tim tersebut. Final berlangsung seru dengan saling mengejar nilai antar regu. Boleh dikatakan bahwa tiga regu tersebut memang pantas dan layak berada final karena kemampuannya dalam menjawab soal-demi soal amatlah memukau penonton terutama dewan juri. Pada akhirnya juara I didapatkan oleh tim SMAN 1 Depok (atas nama Dayu Dara Permata, Visky Katerina Putri, dan Farhani Lainufar) dengan hadiah berupa piala bergilir dari Direktorat IPB, piala LCTIP XV, dan uang sebesar Rp. 4.500.000,-. Juara II didapatkan oleh SMA Presiden Bekasi dengan hadiah berupa piala LCTIP XV dan uang sebesar Rp. 2.500.000,-. Lalu juara III didapatkan oleh SMAN 2 Bandar Lampung dengan hadiah berupa piala LCTIP XV dan uang sebesar Rp. 1.500.000,-. mereka juga memperoleh hadiah Undangan sebagai mahasiswa Ilmu Teknologi Pangan tanpa jalur tes atau USMI. LCTIP XV ini ditutup oleh Ketua Himitepa IPB, M.T. Assyaukani dengan memberikan suatu gambaran menggugah mengenai keadaan pangan Indonesia.

Jumat, 30 Juli 2010

So, this is me trying to become the brand ambassador of AIESEC Local Committee Bandung.





At least that's what I am on social-journal website. Lol.


Photo courtesy: Mila Fira Pratiwi -AIESEC LC Bandung Comm Functional.

Rabu, 30 Juni 2010

My AIESEC Quote



Kemarin salah satu rekan AIESEC dari divisi Communication, Fira, meminta gue untuk memberikan sebuah quote yang menggambarkan bagaimana AIESEC sebagai sebuah organisasi memberikan benefits ke gue sebagai individu yang menjadi membernya.


Well, having been involved in this international organization in quite sometime, I had to say...

Joining aiesec is the best decision I've ever made; it helps me to develop my potentials, to grow in responsibility, and to commit myself into excellence. Break your limit by going beyond them & discovering AIESEC yourself!


Dan karena Fira juga meminta gue untuk menyertakan foto landscape (entah untuk apa), gue pun memutuskan untuk menyertakan foto di atas yang menurut gue lumayan mereperesentasikan gue sebagai seorang pribadi yang punya perspektif global. Kenapa? Mungkin karena adanya bendera berbagai negara sebagai background-nya, kali ya. Hehehe.

Rabu, 02 Juni 2010

Chat Dengan Tuhan

-Connecting to Heaven & Earth Messenger-

-TUHAN has sign in-

TUHAN : Kamu memanggilKu ?

AKU : Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk .

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU : Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi produktivitas memberimu hasil. Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era Internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi misalnya.

AKU : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

AKU : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah Hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU : Tapi bagaimana mungkin Kita tidak khawatir jika Ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU : Tapi begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, Tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU : Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik tidak dapat melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

AKU : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU : Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah…

TUHAN : Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.
Lihatlah ke dalam. Melihat ke luar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU : Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

AKU : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh kamu harus berjalan. Selalu hitung yang harus kamu syukuri, jangan hitung apa yang tidak kamu peroleh.

AKU : Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”. Jika mereka bahagia, tidak Ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”

AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU : Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU : Pertanyaan terakhir, Tuhan. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak Ada DOA yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU : Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

-TUHAN has signed out-

Taken from: Thread Mailing List TI ITB 2008 by Ina Andriani

Kamis, 13 Mei 2010

Rabu, 12 Mei 2010

A Wish



we are different, yet we are walking on the same path, toward the same destination

Bandung, 14 Mei 2010


Tuhan yang kami sebut dengan berbagai nama, yang kami sembah dengan berbagai cara.
Terimakasih atas berkat yang Kau berikan, jauhkanlah kami dari percobaan.


taken from Cin(t)a The Movie

Jumat, 07 Mei 2010

Ular Stress, Mahasiswa Galau

ITB, 7 Mei 2010.

Gue ada di ruangan besar berkapasitas 200 orang di gedung kuliah yang dikenal dengan nama GKU (Gedung Kuliah Umum) Timur. Hari ini adalah hari terakhir kuliah di semester ini dan 1/3 bagian dari seluruh peserta kelas tidak hadir karena mungkin euforia hari terakhir kuliah bagi mereka sudah terjadi sejak beberapa hari yang lalu. Gue sendiri datang ke kelas terlambat dan hanya dengan separo hati. Separo hati gue yang lain masih terbaring malas di tempat tidur kosan, ga mau gerak. Hahaha.

Anyway, waktu sudah menunjukkan pukul setengah 2 dan tidak tampak kehadiran dosen maupun asisten. Peserta kelas, anak-anak teknik industri 08, sudah mulai menunjukkan kegalauan dan beberapa di antara mereka sudah mulai menunjukkan raut penyesalan 'anjir-mending-gue tidur-di-kosan-sampe-magrib' dan beberapa di antara mulai sibuk googling jadwal film yang tayang sejam ke depan di bioskop.

Di tengah-tengah kesibukan kelas yang tidak terlalu berarti tiba-tiba datanglah salah seorang temen gue yang bernama lala. Di tangannya dia memegang mahluk panjang, licin dan bersisik.

Bukan.

Lala bukan lagi megang belut air atau timun laut. Ini lebih mengerikan dari sekedar hewan bau amis yang bentuknya seperti pup itu. Hewan yang dibawa lala adalah uler.

Lala bawa uler. Atau uler dibawa lala? Either way, iya. Lala membawa uler. Dimana lagi mahasiswa teknik bawa ular saat kuliah? Mungkin cuma di ITB.

Anak kelas mulai mengelus, mengendus (ini terdengar horor), menggerayangi (dan ini terdengar vulgar) dan memegang uler lala yang ternyata bernama jumbo itu secara bergantian. Poor jumbo. Dia cuma bisa pasrah saat tangan anak kelas menjulur-julur ke arahnya, megang-megang badannya yang bersisik secara ga jelas. Beberapa di antaranya, para cewe, jerit-jerit ketakutan, tapi tangan mereka tetep asyik megang badan si uler. Ketakutan apa keasikan sih? Hmm. Menarik.

Ih ihh dia liatin gue, jerit salah satu cewe TI dengan centilnya.

Anjir lidahnya melet dong, temen gue yang lain berkomentar.

Foto gue bareeng uleer dooong, kata salah satu temen gue dengan labilnya. Buset, lama-lama ini kelas jadi kaya show reptil ragunan di mana kita bisa foto gratis bareng uler.

Eh, jangan terlalu kasar, nanti dia stress, kata Fahri, salah satu temen gue. Ah. Ternyata cuma Fahri yang punya perikehewananan.

Ga berapa lama, dosen pun datang. Ga tanggung-tanggung 2 dosen untuk mata kuliah yang sama datang pada waktu yang bersamaan. Anak-anak yang tadinya mendadak sibuk berkenalan dan bersenda gurau dengan ular lala merasa makin galau. Waktunya tidak tepat, Pak, Bu, kami sedang asyek bermain dengan uler. Kenapa diganggu. Mereka mungkin berujar dalam hati.

Kasian sekali teman-teman gue. Sedikit-sedikit dibuat galau.

Lebih kasian lagi itu uler lala. Mimpi apa dia semalam sampai-sampai jumat siang harus ikut kuliah Proses Manufaktur selama hampir 2 jam bersama seratus lebih mahasiswa labil.

2 jam kemudian saat kuliah selesai, gue dan temen-temen gue berhamburan ke luar kelas tanpa ingat sedikitpun pada Jumbo yang sekarang mungkin tengah mengalami depresi akut.